Rabu, 27 Juni 2018

Membangun Karakter, bukan Kebiasaan


@denizdinamiz

Pengajian buka bersama adalah hal yang lumrah di bulan Ramadhan. Sore itu, hal yang sama pun terjadi di sebuah masjid di daerah seberang sungai Progo, yaitu Sentolo. Pengajian buka bersama biasa diagendakan tiap Jumat di masjid yang bernama Nurul Huda.

Ada pemandangan yang jarang terlihat di majelis-majelis serupa. Apakah itu? Anak-anak duduk dengan rapi dan khusyuk bersama barisan bapak-bapak di sebelahnya.

Ketika anak terbiasa kita jumpai berlari dan berteriak ke sana kemari, apakah berarti mereka tidak bisa nikmat duduk rapi dengan khidmat? Kuncinya pada membangun karakter sabar (patience) dan berdaya juang (persistence).

Sabar (patience) adalah mampu untuk tetap tenang dan tidak mudah terusik ketika menunggu dalam waktu yang lama atau ketika menghadapi masalah.

Daya juang (persistence) adalah terus melakukan sesuatu meskipun berat dan ada halangan atau rintangan.

Nah, anak-anak ini bukan hanya terbiasa tapi sudah terbangun karakternya. Apa bedanya? Kebiasaan muncul karena ada instruksi semata. Sedangkan karakter dibangun dengan adanya emosi positif yang kuat dalam melakukan sesuatu. Mereka merasakan betapa terhormat dan mulia ketika bisa melakukan yang seharusnya. Meskipun hal itu sulit dan berat.

Kalau kita hanya biasa menyuruh tanpa menguatkan emosi positif, apa efeknya? Instruksi hilang, kebiasaan juga hilang. Sebagaimana anak di sekolah biasa disuruh untuk sholat Dhuha. Ketika libur di rumah? Sholat wajib bisa ditinggalkan, karena tidak ada yang menyuruh dan mengingatkan.

Dan anak-anak di kajian itu diam mendengarkan tanpa perlu diingatkan. Apalagi dibentak dengan wajah seram. Mereka sepertinya paham, bahwa khusyuk duduk dalam majelis adalah sudah seharusnya mereka lakukan. Mereka paham bahwa itu hal yang benar untuk dilakukan, meski berat mereka lakukan.

Ah.. siapa bilang anak itu wajar bila tidak bisa tenang dalam forum belajar? Ketika anak dibangun pribadinya menjadi pembelajar yang berkarakter kuat dan baik, maka anak dan remaja hebat tentu semakin bertambah. Itulah Remaja Utama, Harapan Masa Depan.

#RemajaUtama #Strong and #Righteous#character

Tidak ada komentar:

Posting Komentar