Sabtu, 30 Juni 2018

Sudah Tiba Saatnya


Oleh: A. Yusuf Wicaksono 

Tengoklah kanan kiri, tidakkah kalian menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang menerima cobaan. Betapa banyak orang yang sedang tertimpa bencana. Telusurilah, di setiap rumah pasti pernah ada yang merintih dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.

Sungguh, betapa banyak penderitaan yang terjadi. Betapa banyak orang yang sabar menghadapinya. Maka kalian bukanlah satu-satunya yang mendapat cobaan. Bahkan mungkin penderitaan kalian tidak seberapa dibandingkan dengan cobaan orang lain. Betapa banyak orang di dunia ini yang berbaring di atas ranjang-ranjang yang hanya bisa membolak-balikkan badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.

Betapa banyak orang yang di penjara selama bertahun-tahun tanpa penah dapat melihat sinar matahari dan hanya mengenal jeruji-jeruji besi. Betapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya yang masih muda belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan. Betapa banyak orang yang menderita, belum lagi harus setiap saat menahan himpitan hidup.

Kini, sudah tiba saatnya kalian untuk memandang diri, kalian mulia bersama orang yang mendapat cobaan. Sudah tiba pula saatnya kalian menyadari bahwa dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat cobaan. Mungkin saat ini harta melimpah, badan sehat, dan keturunan banyak. Namun dalam hitungan hari saja semua bisa berubah. Jatuh miskin, kematian datang secara tiba-tiba, perpisahan yang tak dapat dihindari, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.

Banyak yang dapat dijadikan contoh. Nabi Zakariya dibunuh kaumnya, Nabi Yahya dijagal, Nabi Musa dikejar-kejar dan dibunuh, dan Nabi Ibrahinm dibakar. Cobaan-cobaan itu juga menimpa para khalifah Rasulullah. Umar dilumuri darahnya sendiri, Utsman dibunuh diam-diam, dan Ali ditikam dari belakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar