Sabtu, 28 Juli 2018

SUKA JALAN-JALAN? SEMAKIN TERDEPAN!


@denizdinamiz

KAMU suka pergi jalan-jalan? Sama dong dengan abang. Suka jalan-jalan pakai motor, mobil, kereta api (duduk-duduk dong, bukan jalan-jalan..). Terkadang pakai bicycle maupun by sikil (jawa: kaki). Bisa ke pelosok pegunungan dieng (semoga saudara kita di daerah rawan, semua sehat dan aman), maupun jalan tikus di kampung yang belum pernah abang lewati. Semuanya asyik bin bikin penasaran. Ternyata ada juga jalan seperti ini!

Jalan-jalan terus, kapan belajarnya? Tanya seorang teman heran.

Eits, jangan nuduh dulu. Siapa bilang jalan-jalan bikin otak lamban? Justru bikin otak encer karena keringetan. Yup. Dengan olahraga, otak kita makin bertenaga. Syaratnya? Minimal olah raga 75 menit per pekan, menurut penelitian di California. Selain itu, mempelajari jalan-jalan baru juga men-stimulus otak kita agar makin kreatif.

Nggak heran kalau ulama dan cendikiawan hebat, sering berpindah tempat. Belajar dari
guru yang jauhnya puluhan kilo, mengajarkan ilmu sampai daerah pelosok. Untuk dapat 1 hadits, Imam Bukhori bela belain jalan sejauh puluhan km. Olahraga dapat, ilmu terjerat. Manfaatnya? Dunia akhirat!

Pesan buat kamu yang suka belajar di kamar, sekarang juga: KELUAR. Beri makan otak dengan oksigen segar. Bugarkan otak dengan melangkah keluar. Serap nikmat-nikmat
Apalagi setelah jalanjalan di kala panas. Seteguk es jeruk bagai tetes embun di padang pasir luas. Cesss..

Pesan buat kamu yang suka jalan-jalan, selanjutnya ingat: ikat ilmu dengan kertas dan pena. Tuangkan pengalamanmu dengan menarikan jari. Untuk berbagi. Untuk memberi. Agar pohon ilmu berbuah karya. Hingga buah karya kamu menjadi makanan bermutu. Bagi mereka para pemburu ilmu. Selamat berburu dan meramu!***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar