Selasa, 21 Agustus 2018

ADAB BERHARI RAYA


Sesungguhnya, Allah telah menjadikan hari raya bagi umat Islam sebagai hari bersenang-senang dan bergembira ria. Pada hari itu, mereka dapat berkumpul, saling mengunjungi, saling berbagi, dan saling bersilaturrahim.

Dengan memohon pertolongan Allah, semoga kita bisa mengamalkan adab-adab dalam berhari Raya di 10 Dzulhijjah 1439 H tahun ini.

Diambilkan dari buku “Ensiklopedi Adab Islam” karya `Abdul `Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada:

1.       Niatkan berhari raya karena Allah. Niatkan keluar rumah untuk shalat `Ied demi mengikuti Nabi.

2.       Mandi. Hendaklah setiap Muslim memperhatikan kebersihan dirinya sehingga ketika berkumpul bersama kaum Muslimin yang lain dalam keadaan bersih dan wangi. J

3.       Memakai wewangian bagi kaum laki-laki dan anak-anak. Wanita keluar rumah tidak diperbolehkan memakai wewangian menyengat dan berhias berlebihan.

4.       Tidak makan sebelum berangkat shalat hari Raya. “Nabi ShallaLlaahu `Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau tidak berangkat (shalat) pada hari raya `Iedul Fithri kecuali setelah makan. Sedangkan beliau tidak makan pada hari `Iedul Adh-ha kecuali setelah pulang dan makan daging kurbannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 542).

5.       Keluar untuk shalat dengan berjalan kaki. “Nabi ShallaLlaahu `Alaihi wa Sallam keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa adzan dan iqomat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain.” (HR. Ibnu Majah).

6.       Bertakbir dengan suara keras mulai dari keluar rumah sampai di tempat shalat.

7.       Bersalaman dengan saudara dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat. Tidak ada ucapan khusus saat bersalaman. Boleh mengucapkan:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكم

“Semoga Allah menerima amal kita dan kamu sekalian.”  

8.       Pulang melalui jalan lain. Hendaknya orang yang shalat pulang ke rumah melalui jalan lain, yakni berbeda dengan jalan ketika berangkat.

#adab #ieduladha #islam

Kamis, 16 Agustus 2018

Lebih Berharta dari Harta*


Oleh: Silvia Maharani

Jika dibagi
Kau takkan pernah habis
Jika sering dikeluarkan
Semakin bertambah berkah dari-Nya
Jika pemilikmu tiada
Kebaikanmu tetap abadi

Kau angkat derajat pemilikmu
JanjiNya Az-Zumar ayat sembilan
Kau jadikan orang biasa
Jadi luar biasa
Jadi insan mulia
Utama di mataNya
Engkaulah, ilmu

*Naskah Buletin Nih #24 

Selasa, 14 Agustus 2018

Nabi Ilyasa*



Oleh: Siti Muti`ah 

Nabi Ilyasa adalah penerus Nabi Ilyas. Ketika Nabi Ilyas wafat, orang-orang Bani Israel kembali susah diatur. Mereka tidak mau taat menyembah Allah, dan mengikuti hawa nafsu mereka. Kemaksitan merajalela, kezaliman dan kejahatan menjadi hal yang biasa. Allah mengangkat Ilyasa menjadi nabi untuk menyadarkan mereka. Namun walau seruan Nabi Ilyasa setiap saat mereka dengar, tetap saja mereka tidak mematuhinya. Mereka meremehkan dan merendahkan Nabi Ilyasa.

Namun Nabi Ilyasa bertahan dalam kesabaran, berharap orang-orang Israel itu segera sadar. Dalam setiap kesempatan, Nabi Ilyasa senantiasa mengajak mereka menyembah Allah. Dengan melakukannya, mereka akan terhindar dari siksaan Allah. Bukankah mereka pernah mengalami azab dari Allah. Azab itu adalah pelajaran bagi orang-orang Israel, tidakkah mereka menggunakan akal mereka. Begitulah peringatan dari Nabi Ilyasa.

Namun tetap saja, tingkah laku orang-orang Israel itu sudah demikian parah, tidak bisa diatur dan suka membangkang. Nabi Ilyasa pun sudah tidak mampu lagi mengendalikan kesesatan orang-orang Israel. Akhirnya Nabi Ilyasa memohon kepada Allah agar diturunkan azab sebagai peringatan keras bagi orang-orang Israel yang tidak mau beriman itu.

Tak lama kemudian, azab itu ditimpakan kepada Bani Israel, hujan tidak pernah turun dan mengakibatkan kemarau panjang tiada henti. Paceklik dan kekurangan pangan melanda. Azab itu benar-benar menyiksa orang-orang Israel, hingga mereka mati kelaparan. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah.

Referensi: Hendro Trilaksono. 2011. Kisah Para Nabi dan Rasul. Yogyakarta: Cakrawala.

*Naskah Lolos Kusen per 14 Agustus 2018 

Senin, 13 Agustus 2018

Lesehan JAN spesial motivasi #2 dengan bahasa “Memotivasi Remaja Sesuai Kondisi”



Lesehan JAN spesial motivasi #2 dengan bahasa “Memotivasi Remaja Sesuai Kondisi”

1. Ada pesan khusus ketika khatib Jum`at menyampaikan pesan taqwa. Ada yang menyebutkan bahwa para khatib adalah para motivator yang tiap pekan mengobarkan motivasi untuk bertaqwa. Maka seharusnya tidak perlu diadakan training motivasi bagi yang sudah mengkuti Jum`atan :)

2. Kemarin kita sudah mempelajari ada tiga macam orientasi, yaitu autonomous orientation, controlled orientation, dan impersonal orientation.

3. Kemudian, kita hubungkan dengan empat identitas remaja yang dulu juga sudah pernah dibahas: paripurna/utama, sembuh, sakit, dan mengambang.

4. Maka masing-masing identitas tersebut memiliki perbedaan dalam kondisi motivasi, cara mensukung, dan kondisi potensial. (lLihat gambar) pic.twitter.com/UCyKtnZXQz

5. Seorang motivator harus mengenali orang yang akan dimotivasi, sehingga bisa memberikan nasehat atau tindakan yang tepat sesuai yang diperlukan.

6. Seorang yang identitasnya mengambang, itu perlu diajak ngobrol. Hanya mengobrol, karena bisa jadi dia tidak pernah diajak ngobrol sebagai manusia. Sehingga dia tidak punya motivasi. Tujuan obrolan itu untuk menggali keinginannya sehingga dia mulai mengenal arahnya.

7. Setelah dia menyadari arahnya, minimal dia menjadi yang sakit. Dia sadar perlu untuk memperbaiki diri. Dia perlu bimbingan dari seseorang yang bisa mengarahkan dan bisa pro-aktif memotivasi, juga perlu lingkungan yang mendukung baik dukungan sosial maupun emosional.

8. Dukungan emosional yang terbaik adalah dari hati. Maka bagi orang yang identitasnya sakit ingatlah lagu "Tombo Ati", dan kemudian melakukan kelima poin dalam lagu itu.

9. Kelima obat hati itu adalah: - baca quran dan maknanya - dirikan sholat malam - berkumpul dengan orang sholeh (dukungan sosial) - perbanyak puasa - banyak dzikir di waktu malam.

Ingin lebih mendalami tentang motivasi? Pengen bisa menjadi motivator yang memotivasi orang lain? Selain datang rutin di lesehan JAN, Ikuti Workshop On Motivation, InsyaAllah dibersamai oleh @emfatan , @denizdinamiz , dan @fuz_fm Jangan sampai tertinggal dan kehabisan kuota. :) pic.twitter.com/OkgPPj6WkX








Minggu, 12 Agustus 2018

WorkshopJAN: "MOTIVASI OR MATI"




Bayangkan kita hidup tanpa motivasi. Ya. Tanpa motivasi. Apa yang akan terjadi?  Seakan kita hidup, tetapi "mati". Seakan berjalan kesana kemari... padahal "mati".

Jangan biarkan hal itu terus terjadi. Jangan pula biarkan orang-orang di sekitarmu "mati". Bangkitlah,  dan hiduplah penuh motivasi.  Motivasi nan tinggi.

Ikuti!
Workshop on Motivation :
MOTIVASI or MATI!

Jumat spesial hari kemerdekaan, 17 Agustus 2018.

🕟Mulai jam 09.30-15.00 WIB

🏩 Tempat: Rumah Nah
(Kompleks PAPP Rumah Sajada, Sorolaten, Sidokarto, Godean.

Lokasi:
https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

#biaya
1 orang: 50.000
2 orang: 95.000
3 orang: 140.000
4 orang atau lebih @45.000

#fasilitas : handout, buletin motivasi, snack khas dan kopi Arabika asli, sertifikat (kehadiran minimal 75%). ☕😋

Informasi Pendaftaran: 0856 0017 6738 atau 089667736149

Atau langsung saja klik tautan berikut http://bit.ly/WorkshopOnMotivation

⭐⭐⭐⭐⭐

More Information:

📱 t.me/buletinnah
📱 Twitter: @buletinnah, @JANtraining
📱 Instagram: @buletinnah, @jantraining
📱 buletinnah.com

Rabu, 08 Agustus 2018

Cinta Buku*




Cinta Buku*
Oleh: M. Rosyad

Buku...
Adalah teman setiaku kala duduk
Yang takkan merasa jemu

Buku…
Adalah lautan yang takkan menarik pemberiannya
Membanjiriku dengan harta
Meski harta menahannya

Buku…
Petunjuk terbaik untuk meraih asaku
Darinya selalu ada pengalaman baru
Sebagai penerang langkahku

*Naskah Lolos Kusen per 24 Jui 2018

Sabtu, 04 Agustus 2018

LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS" TEMA MOTIVASI #1




Memotivasi bukan hanya membuat mereka bersemangat ketika berada dalam pelatihan motivasi saja, tetapi ada tiadanya kita, mereka termotivasi untuk menjadi remaja utama demi masa depan dan ideologi yang mereka yakini. #Lesehanjan #remajautama

1.    Apa itu motivasi? Apa bedanya antara motivasi dan semangat? Ternyata semangat itu berbeda dengan adanya motivasi.

2.    Semangat adalah keterlibatan emosi saat orang berbuat sesuatu. Nah, keterlibatan emosi ini memiliki alasan yang berbeda-beda.

3.    Semangat yang kita miliki harus dilandasi dengan motivasi. Karena jangan sampai hanya semangat saja tanpa ada motivasi di dalamnya.

4.    Motivasi merupakan proses memberikan seorang alasan untuk melakukan sesuatu (memotivasi); kondisi berkeinginan kuat untuk melakukan sesuatu, pengaruh yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.

5.    Keinginan kuat ditandai dengan ada sesuatu yang dilakukan.

6.    Ciri-ciri orang yang memiliki keinginan yang kuat adalah dia akan bersegera melakukan sesuatu tersebut. Dia juga memiliki prioritas yang jelas. Terakhir, dia siap berkurban.

7.    Dari asal katanya, motivasi berasal dari kata “motif” yang berarti alasan melakukan sesuatu. Akar kata berasal dari Inggris abad pertengahan, dari Anglo-Perancis: motif, motive, yang artinya bergerak. Dari bahasa Latin: “motus”, bentuk lampau dari “movere” yang artinya juga bergerak

8.    Ada 3 jenis orientasi motivasional remaja (Deci & Ryan, 2009): - autonomous orientation - controlled orientation - impersonal (amotivation) orientation

9.    Autonomous motivational orientation (motivasi mandiri) - motivasinya berasal dari diri sendiri - motivasi yang digerakkan oleh keyakinan bahwa apa yang dilakukan betul-betul berharga dan penting.

10.  Diantara autonomous motivational orientation adalah identified motivation. Orang yang memiliki identified motivation ini memiliki motivasi kuat dari dalam diri sendiri, tetapi belum memutuskan tindakan.

11.  Controlled motivational orientation - motivasi muncul dari perasaan bahwa dirinya memiliki kompetensi berharga untuk sukses - dorongan karena keinginan untuk memperoleh pengakuan/ penilaian orang lain, demi memperoleh imbalan dari luar - cenderung menghindari celaan/hukuman

12.  Impersonal motivational orientation - mengambang - tidak ada motivasi untuk sukses - tidak memiliki motivasi untuk menghindari kegagalan - tidak bergairah ketika diiming-imingi - tidak takut saat dihadapkan kemungkinan masa depan suram

13.  Manakah diantara ketiga motivasi itu yang paling baik? Apakah yang autonomous? Yakni motivasi yang berasal dari dirinya sendiri, bukan dari luar dirinya?

14.  Dalam Al-Quran model motivasi dibagi menjadi dua. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Isra ayat 18-22, khususnya pada ayat 18 & 19.

15.  Motivasi dunia: "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam: ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

16.  Motivasi akhirat: "Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik."

17.  Jadi keinginan saja tidak cukup. Dari motivasi akhirat (Al-Isra: 19), penekanannya adalah pada kehendak/ keinginan, usaha, sungguh-sungguh, dan beriman.

18.  Sehingga motivasi paling baik adalah yang alasannya karena Allah, untuk mendapatkan ridha dari Allah. Ketika Allah sudah ridha, maka apapun bisa diberikan, termasuk surga di akhirat kelak.


Jumat, 03 Agustus 2018

MEMULAI MELALUI MOTIVASI




Memotivasi bukan hanya membuat mereka bersemangat ketika berada dalam pelatihan motivasi saja, tetapi ada tiadanya kita, mereka termotivasi untuk menjadi remaja utama demi masa depan dan ideologi yang mereka yakini.

Tentu saja beda kondisi remaja, beda pula pendekatan dalam memotivasinya. Seorang remaja yang sudah punya komitmen pada prinsip hidupnya tidak lagi perlu banyak dikuatkan dan didampingi dalam hal motivasi dan cita-cita diri, tetapi mereka justru memerlukan masukan dan umpan balik terhadap diri dan kinerja mereka.

Di sisi lain, remaja yang mengambang dan tidak punya arah jelas dalam hidup mereka, jangankan diajak diskusi tentang diri dan masa depan mereka, kita perlu tahu apa yang menjadi hobi dan perhatian mereka sehingga itu bisa menjadi jalan pembuka dialog untuk lebih serius berbincang dan memotivasi mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

Diantaranya ada lima cara memotivasi yang dapat kita terapkan. Berikan motivasi dengan pendekatan yang beragam. Kembangkan kreativitas agar motivasi yang kita berikan tidak justru melemahkan mereka karena kita terlalu sering menggunakan pola dan alur yang sama. Kelima cara itu adalah:
1. Kisah-kisah inspiratif.
2. Memotivasi secara langsung (Direct Motivating)
3. Menggugah Remaja Melihat ke Depan (Visioning)
4. Berbagi gagasan.

Lalu apa yang kelima?

Nah, semoga ada kesempatan untuk membahasnya di Lesehan Jumat JAN "On Building Prime Youths" edisi Motivasi di bulan Agustus sampai September ini.

Informasi lebih lanjut bisa cek di
IG: @jantraining
Twitter: @JANtraining

Mari :)