Selasa, 14 Agustus 2018

Nabi Ilyasa*



Oleh: Siti Muti`ah 

Nabi Ilyasa adalah penerus Nabi Ilyas. Ketika Nabi Ilyas wafat, orang-orang Bani Israel kembali susah diatur. Mereka tidak mau taat menyembah Allah, dan mengikuti hawa nafsu mereka. Kemaksitan merajalela, kezaliman dan kejahatan menjadi hal yang biasa. Allah mengangkat Ilyasa menjadi nabi untuk menyadarkan mereka. Namun walau seruan Nabi Ilyasa setiap saat mereka dengar, tetap saja mereka tidak mematuhinya. Mereka meremehkan dan merendahkan Nabi Ilyasa.

Namun Nabi Ilyasa bertahan dalam kesabaran, berharap orang-orang Israel itu segera sadar. Dalam setiap kesempatan, Nabi Ilyasa senantiasa mengajak mereka menyembah Allah. Dengan melakukannya, mereka akan terhindar dari siksaan Allah. Bukankah mereka pernah mengalami azab dari Allah. Azab itu adalah pelajaran bagi orang-orang Israel, tidakkah mereka menggunakan akal mereka. Begitulah peringatan dari Nabi Ilyasa.

Namun tetap saja, tingkah laku orang-orang Israel itu sudah demikian parah, tidak bisa diatur dan suka membangkang. Nabi Ilyasa pun sudah tidak mampu lagi mengendalikan kesesatan orang-orang Israel. Akhirnya Nabi Ilyasa memohon kepada Allah agar diturunkan azab sebagai peringatan keras bagi orang-orang Israel yang tidak mau beriman itu.

Tak lama kemudian, azab itu ditimpakan kepada Bani Israel, hujan tidak pernah turun dan mengakibatkan kemarau panjang tiada henti. Paceklik dan kekurangan pangan melanda. Azab itu benar-benar menyiksa orang-orang Israel, hingga mereka mati kelaparan. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah.

Referensi: Hendro Trilaksono. 2011. Kisah Para Nabi dan Rasul. Yogyakarta: Cakrawala.

*Naskah Lolos Kusen per 14 Agustus 2018 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar