Jumat, 14 September 2018

Anak Muda Kita



 
Oleh: A. Yusuf Wicaksono 


Bukan anak muda kita yang tidak mampu. Mungkin karena orang disekitarnya tidak tega memberi anak muda kita tanggung jawab besar.

Lantas, ketika anak muda kita hura-hura dengan seenaknya, tidak ada rasa tanggung jawab yang tertanam, salah pun dianggap wajar. Mungkin, bisa jadi inilah yang wajar di kalangan orang-orang, karena mereka "masih anak muda". Sampai akhirnya membiarkan mereka, tanpa memberi bekal untuk bersiap. Bersiap menghadapi masa penting dalam hidupnya; mukallaf (akil-baligh).

Bagi seorang mukallaf, ia telah terkena beban syari'at. Yang wajib harus dilakukan, larangan atau yang haram harus ditinggalkan. Misal, "Dan dirikanlah shalat..." An-Nuur: 56. Maka perintah ini menunjukkan wajibnya menjalankan shalat bagi tiap-tiap mukallaf. Jika seorang mukallaf melaksanakannya pahala dia dapat, jika meninggalkannya dia berdosa. Begitu Homaidi Hamid menjelaskan dalam Kitabnya  Ushul Fiqh.

Sepertinya aneh, jika anak muda kita tidak dipersiapkan sejak awal (sebelum baligh). Pembiaran satu ke pembiaran berikutnya ketika mereka berlaku buruk, dan menganggap mereka belum masanya untuk diajari tanggung jawab bukanlah pilihan cerdas menjadikan mereka mukallaf yang shalih, yang siap menerima segala beban syariat yang dilimbahkan kepadanya.

#anakmudakita
#bukananakanak
#akilbaligh
#mudaberdakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar