Senin, 17 September 2018

Lesehan JAN: Memotivasi Remaja dengan Forum Diskusi.


1.       Hari ini spesial kita berada di Hari Jumat dan di bulan spesial yaitu Bulan Muharrom. Kita berharap kebaikan terus menerus dapat kita lakukan, sehingga kita menjadi lebih baik.

2.       Sebelum membahas lebih lanjut, ada pertanyaan: kira-kira lebih suka belajar sendiri atau belajar bersama? Kalau dalam sholat, lebih nikmat berjamaah atau sholat sendiri? Kalau dalam makan, lebih suka makan bareng-bareng atau sendiri?

3.       Dalam belajar, apa perbedaannya antara belajar bersama-sama dengan sendiri? Jika bareng-bareng bisa cepet selesai, saling membantu. Kalau sendiri, bisa lebih tenang atau fokus.

4.        Dalam hal sholat, kalau sendiri lebih nikmat, karena bisa bebas mengekspresikan diri seperti misal mau sambil menangis atau mau memperpanjang bacaan dibandingkan ketika berjamaah.

5.       Kalau makan banyak yang lebih suka bareng-bareng. Karena bisa sambil ngobrol, kalau ada yang tidak mau bisa diminta, dan lain sebagainya.

6.       Dalam hal sholat, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukannya dengan berjamaah.

7.       Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat Ayat 10, "Sesungguhnya setiap orang yang beriman itu bersaudara." Tetapi ingat: tidak menjamin setiap orang beriman itu sudah pandai bersaudara.

8.       Kita tahu, masih banyak yang SMOS. Apa itu? Suka Melihat Orang Susah, Susah Melihat Orang Senang. Padahal sesama orang yang beriman. Masih banyak kaum muslim yang mudah tersinggung.

9.       Perbedaan tidak seharusnya menjadi sebab permasalahan. Kalau kita berpikir jauh, kita semua berasal dari Nabi Adam. Kampung halaman kita semua adalah surga.

10.   Seharusnya sama-sama berjuang untuk tujuan yang indah. Bukan menguasai atau mengalah, tapi saling berbagi. Munculkan persamaan PRINSIP, tenggelamkan perbedaan yang hiasan. Berani berkorban demi KESATUAN Islam, bukan berani berkorban dan saling serang sesama orang Islam.

11.   Ada lima tahapan dalam mencapai ukhuwah, yaitu Ta'aruf (mengenal), Tafahhum (memahami), Ta'awun (menolong), Takaful (menanggung), dan Itsar (berQurban). Kemudian Madani (Sinergis) itu adalah efek dari proses semua itu.

12.   Ta'aruf. Kenali terlebih dahulu siapa yang akan kita ajak. Tidak semua yang tampak itu menunjukkan identitasnya. Contoh di Australia, khotib jumat yang pakaiannya mengenakan kaos dan celana jeans. Bahkan diskusi tentang dakwah Islam di sana dilakukan dengan orang-orang "punk".

13.   Sebaliknya ada yang tampilannya seperti Islam, tetapi tidak Islam. Ketika diberi salam jawabannya malah selamat siang. Ternyata hanya pakaiannya yang beridentitas Islam.

14.   Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengenal? Pertama, tidak hanya tampilan luar. Kemudian tidak hanya tahu nama, tidak hanya perihal formal tapi juga personal.

15.   Tafahhum. Saling memahami ini dapat dilakukan dengan cara komunikasi yang empatik. Caranya adalah hadir dalam percakapan, mendengarkan secara aktif, dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

16.   Contoh ada yang baru saja datang dari perjalanan jauh, kemudian ada temannya yang langsung membuatkan es jeruk, sesuai dengan minuman favoritnya. Ini menunjukkan empatik, sudah memahami dengan baik.

17.   Ketika tafahhum sudah tercapai, maka proses ta'awun bisa dilakukan dengan baik.
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar