Rabu, 31 Oktober 2018

Menanam Cinta Suci di Kebun Hati





“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diingini (syahwat) dari wanita-wanita, anak-anak, dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak, dan sawah ladang..”
(QS. An-Nisa 14)

Tuh, kan? Allah emang udah mengatur bahwa wajar bagi manusia untuk muncul cinta (apalagi suka) kepada pasangan jenis. Disebut yang pertama lagi! Sebelum cinta pada anak dan harta. Lalu, ketika perasaan itu muncul, apakah yang harus dilakukan?

Mau dibiarin aja? Atau mau dipelihara? Seperti pohon, rasa suka itu ditanam di kebun hati, terus disiram dengan air canda, dan dipupuk dengan serbuk sayang. Apa yang bakal terjadi? Yap, taman hati kan digerogoti pohon cinta yang liar. Liar karena tidak didasari dengan niat yang benar. Tidak dicapai dengan cara yang benar. Cara yang diridloi Yang Maha Mendengar hati. Hati menjadi berkobar-kobar oleh rasa suka yang tidak berdasar. Selain hanya nafsu yang membakar.

Pada kondisi seperti ini, hati seakan merasa bahagia tak terkira. Ke mana-mana inginnya berdua. Pandangan mata memantik munculnya hormon endorfin pada otak sehingga memberikan sensasi senang yang membuat ketagihan. Tetapi ternyata... susunan kimia otak yang sedang dilanda jatuh cinta atau cinta tergila-gila remaja (bahasa psikologinya: infatuation, cinta nafsu menggebu yang luar biasa efeknya pada emosi kita) sama dengan susunan kimia otak yang menderita kelainan yang disebut... OBSESIF KOMPULSIF!! Sama saja penyakit jiwa! Itu penelitian neurosains yang dilakukan tentang cinta.

Lain halnya dengan cinta yang didasari ikatan (dikenal dengan istilah bond love). Cinta ini tidak hanya menghasilkan endorfin, tetapi juga menghasilkan oxcytoxin, hormon yang menimbulkan perasaan tenang. Itulah yang terjadi ketika pasangan disatukan oleh ikatan iman. Sucinya pernikahan. Perasaan tenang. Perasaan tenteram.

“Sebagian di antara tanda-tanda kemahabesaran Allah adalah Dia ciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan Ia jadikan di antara kalian mawwadah dan rahmah...” (QS Ar-Ruum: 21)


Masya Allah. Memang. Ilmu pengetahuan dan agama tidak terpisahkan. Manusia saja yang kadang belum bisa menemukan dan memahami.

Saudaraku Sampai Surga, sekarang mana yang engkau pilih? Cinta yang senantiasa menenangkan jiwa atau cinta berkobar yang membakar nafsu? Karena sesungguhnya, cinta yang membawa kebahagiaan sejati adalah cinta yang Allah ridloi. Seperti apa, sih, cinta yang Allah ridloi? Yaitu pohon cinta yang dijaga oleh ikatan suci pernikahan. Yang tumbuh dari benih cinta kepada Yang Maha Mencinta. Bukan benih nafsu yang cenderung pada nista.

#RemajaUtama #Isu #Cinta #Ideologis#Menikah #udahnikahinaja


Sumber: IG @denizdinamiz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar