Senin, 22 Oktober 2018

Nah Menyapa



Pena. Dengan pena bahasa lisan berubah menjadi tulisan. Dengan pena ilmu-ilmu akan terjaga dan terpelihara. Dengan pena wahyu yang Allah turunkan kepada RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam tercatat oleh para  katib yang mulia. Dengan pena Zaid bin Tsabit membukukan al-Qur’an yang hingga kini terus terjaga. Dengan pena pula, hadits-hadits terpelihara. Dengan pena para ulama menuliskan ilmunya, agar terjaga.
Pena dan ilmu yang di goresankannya menghasilkan tulisan.

Bagian dari meniru kebiasaan shalafush shaleh: menggoreskan ilmunya, alhamdulillah Buletin Nah edisi Safar hadir dihadapan pembaca. Buletin pengobar semangat dan penguat belajar, yang berisi tulisan-tulisan bergizi, sebagai bentuk penjagaan terhadap ilmu.   

Edisi kali ini, kita akan mengenal lebih dalam sahabat radhiyallahu ‘anhu yang memperoleh gelar al-Faruq. Yang mampu membedakan baik dan buruk. Sang pembebas Al-Aqsha. Dialah Umar bin Khaththab.

Sajian Spesial untuk anda para pembaca, “Remaja Utama” akan hadir dengan membawa berbagai pencerahan tentang dirinya. Dia akan mengenalkan istilah dirinya secara tepat, agar kita tidak salah memposisikan mereka.

Tunggu apa lagi, iqro’. Bacalah goresan-goresan pena dalam Buletin ini. Semoga ilmu terikat di hati pembaca semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar