Sabtu, 27 Oktober 2018

Siapa Aku?/Who am I? (2)




#2 Pelesat

Oleh: @fuz_fm
Sungguh, kita harus benar-benar mengenal diri kita. Manusia tidak diciptakan secara main-main dan sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi tujuan yang mulia. Mungkinkah segala penciptaan dalam diri manusia itu terjadi begitu saja? Hidung dengan dua lubang yang menghadap ke bawah, mulut dengan segala fasilitasnya berupa lidah yang lentur, gigi yang rapi, air liur yang tahu kapan harus keluar, dan lain sebagainya. Kalau dirunut satu per satu, kita akan semakin mengetahui bahwa itu bukan ciptaan yang main-main dan sembarangan.

Siapa yang paling mengetahui tentang manusia? Tidak ada yang dekat pada diri manusia kecuali Tuhan Yang Menciptakannya dan manusia itu sendiri. Jika seseorang tidak mengenali dirinya sendiri, bagaimana dia bisa mengenali yang lain? Selain itu hadits juga mengabarkan, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya”. Maka mengenal diri sendiri menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Saat ini kita akan mengkaji salah satu kata dalam Al-Quran yang membicarakan tentang manusia. Kata itu adalah al-basyar. Kata ini disebut di dalam Al-Quran sebanyak tiga puluh tujuh kali; tiga puluh enam kali dalam bentuk tunggal dan satu kali dalam bentuk mutsanna (dua). Dua puluh lima dari ayat tersebut menerangkan kemanusiaan Rasul; sebelas diantaranya menerangkan secara tegas bahwa seorang nabi adalah al-basyar. Lima ayat tentang proses penciptaan manusia. Empat ayat tentang manusia sebagai manusia pada umumnya. Dua ayat menerangkan masalah hubungan seksual. Satu ayat tentang kulit manusia. Dan, satu ayat menjelaskan bahwa semua manusia akan mati.

Secara bahasa kata ini berarti permukaan kulit. Ada yang mengartikan persentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan. Ada juga yang mengartikan persetubuhan. Penggunaan kata al-basyar dalam Al-Quran digunakan untuk menjelaskan sisi fisik manusia yang secara biologis memiliki persamaan. Selain itu juga menjelaskan pengertian manusia pada umumnya, yaitu bahwa manusia dalam kehidupannya sehari-hari sangat bergantung pada kodrat alamiahnya seperti makan, minum, berhubungan seks, tumbuh, berkembang dan akhirnya mati.

Ini baru satu dari sebelas kata yang digunakan dalam Al-Quran untuk membicarakan tentang manusia. Kata ini baru mengenali diri kita dari sisi fisiknya. Masih ada bagian lain dalam diri kita. Perlahan, mari kita kenali diri sendiri, segala hal yang melekat pada diri yang belum kita kenali. Hingga kita benar-benar memahami untuk apa hidup di dunia ini. <>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar