Senin, 19 November 2018

Belajar kepada Umar (3)



Oleh: M. Fatan Fantastik 

Umar radhiyallaahu ‘anhu segera  menaiki kudanya dan berangkat menuju ke Baitul Maqdis.

Keberangkatan Umar ini bukanlah tanpa alasan, bermula dari panglima perang beliau Abu Ubaidah radhiyallaahu ‘anhu yang menulis surat kepada penduduk Iliya di Baitul Maqdis. Abu Ubaidah memberi tawaran kepada mereka untuk masuk Islam atau membayar jizyah. Jika tidak, maka mereka akan diperangi.

Ternyata, mereka enggan menerima tawaran dari panglima Islam yang ditunjuk langsung oleh Khalifah Umar bin Khaththab tersebut. Akhirnya, Abu Ubaidah segera mengerahkan pasukannya untuk mengepung Baitul Maqdis hingga mereka terjepit dan minta damai dengan syarat; yang datang langsung adalah Amirul Mukminin Umar bin Khaththab.

Kabar ini pun segera sampai di Madinah, dengan bermusyawarah sebelumnya akhirnya Umar memutuskan untuk memenuhi permintaan mereka untuk datang ke Baitul Maqdis.
Umar berjalan hingga sampai di al-Jabiyah.  Dia telah menulis surat kepada para panglima pasukan untuk bertemu dengannya pada hari yang telah ditentukan di al-Jabiyah. Di hadapan para tentara mukminin, Umar menyampaikan khutbah panjang yang penuh makna. Ibnu Katsir membuatkan ringkasan khutbah bersejarah tersebut untuk kita.
“Wahai saudara-saudara sekalian! Perbaikilah sisi bathin kalian niscaya sisi lahir kalian akan baik.  Bekerjalah untuk akhirat niscaya kalian tercukupi dari urusan dunia.

Ketahuilah, ketahuilah, bahwa tiada seorang pun yang memiliki ayah yang masih hidup yang dapat menghubungkan dirinya dengan Adam, juga tidak ada penghubung antara dia dan Allah. Karena itu, siapa pun yang menginginkan jalan surga, hendaklah mengikuti jamaah karena syaithon itu menyertai orang yang sendirian; ia lebih jauh dari dua orang.
Jangan sampai ada di antara kalian menyepi berdua dengan seorang wanita karena syaithon-lah yang ketiga di antaranya.

Sesiapa senang karena kebaikannya dan sedih karena keburukannya, dialah orang yang beriman.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar