Jumat, 16 November 2018

Identitas Utama




Oleh: A. Yusuf Wicaksono

Bersama Yusuf alaihissalam, masuklah dua pemuda ke dalam penjara. Ketiganya adalah pemuda. Yusuf pemuda shalih lagi utama, namun dia harus mendekam di dalam penjara lantaran mendapatkan fitnah. Tetapi bagaimana dengan dua pemuda yang juga ikut dijebloskan ke dalam penjara?

Keduanya adalah pelayan raja, seorang dari mereka bertugas mengurus minuman raja, sedangkan seorang lagi bertugas membuat roti raja. Dalam kisah yang Allah abadikan dalam surat Yusuf, kedua pemuda itu menanyakan kepada Yusuf alaihissalam tentang takwil mimpi  yang mereka alami. Yusuf pun dengan ilmu yang Allah berikan kepadanya, menakwilkan mimpi keduanya. Sang pelayan minum bermimpi memeras anggur, maka dia akan bebas dan menyediakan minuman lagi bagi sang raja. Sementara pembuat roti bermimpi membawa roti di atas kepalanya, dan sebagiannya di makan burung. Maka, dia akan dipancang di tiang salib  kemudian burung akan memakan sebagian kepalanya.

Apa yang sebenarnya terjadi pada kedua pemuda ini sehingga menyusul Yusuf ke penjara? Saat itu raja sudah mulai tua. Orang-orang pun mulai bosan dengan kepemimpinan sang raja. Maka orang-orang menyuruh dua pelayan raja ini untuk meracuni sang raja. Pemuda yang bertugas menghidangkan minuman pun menolak melaksanakan rancana jahat dari orang-orang. Prinsipnya kuat, dia meyakini perbuatan itu adalah dosa. Namun, berbeda dengan pemuda pembuat roti, dialah yang menyanggupi untuk meracuni sang raja. Sehingga dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal; penjara dan dihukum mati.

Kisah para pemuda ini layak kita cermati dan kita ambil pelajaran. Dari ketiganya kita dapati ada pemuda yang matang identitasnya layaknya Yusuf alaihissalam dan pemuda yang bermimpi memeras anggur. Ada pula pemuda yang belum matang identitasnya layaknya pemuda pembuat roti yang bersedia meracun sang raja. Menurut John Head seorang ahli psikologi identitas adalah susunan psikis seseorang yang membedakannya dengan dunia luar. Pembentukan identitas adalah proses pembentukan pilihan-pilihan hidup, sehingga seseorang dapat menjadi manusia dewasa yang tumbuh optimal.

Seorang yang matang identitasnya, maka dia akan berkomitmen, yang menjadikan dirinya memegang teguh prinsip-prinsip yang diyakininya, kebenaran yang akan dipilihnya. Sedangkan yang belum matang identitasnya, maka lemah pula komitmennya. Dirinya akan mudah terprovokasi, yang menjadikan memilih perkara-perkara yang buruk.

Sebaik-baik pemuda atau remaja adalah remaja utama. Dialah yang matang identitasnya.  Kamu termasuk yang mana?

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar