Kamis, 28 Februari 2019

ON PREPARING TRUE LEADERS




#LesehanJumatJAN
#OnPreparingTrueLeaders

Sebelum memimpin yang di luar, kita perlu "memimpin" yang di dalam. Sebelum memimpin orang lain, kita harus mampu memimpin diri sendiri.


Ikuti:

Lesehan Jumat JAN

On Preparing True Leaders
Intra Leadership dan Extra Leadership

Sesi terdiri 9 kali pertemuan
1 Maret 2019
8 Maret 2019
15 Maret 2019
22 Maret 2019
29 Maret 2019
5 April 2019
12 April 2019
19 April 2019
26 April 2019

Tiap JUM`AT jam 15.50 - 17.25

Pembicara:
1. Fatan Fantastik (@emfatan)
2. Deniz Dinamiz (@denizdinamiz)
3. Fuzta F. M. (@fuz_fm)
4. A. Yusuf Wicaksono (@dik_yusuf)

Fasilitas:
snack KHAS
Kopi “Specialty”

Lokasi/ Tempat:
Kantor JAN (Kompleks Pondok Pesantren Rumah Sajada Putra)
atau https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

Cara daftarnya mudah.
Bisa langsung via WA dengan format _Nama_Alamat_ kirim ke cp pendaftaran. Atau dengan klik link ini: http://bit.ly/lesehanJAN

Info dan Pendaftaran: 085329686654 (putra) atau 085600176738 (putri)

GRATIS! (PENDAFTARAN DITUTUP SAAT KUOTA TERPENUHI)


KEMENANGAN IMAN


Oleh: Atik Setyoasih

Jelas dan tampak. Secara bergelombang banyak orang-orang yang ingin masuk Islam. Bahkan rasa aman dari kedua belah pihak untuk membebaskan setiap orang memilih, menjadikan dakwah Islam semakin luas.

Inilah kemenangan nyata setelah perjalanan panjang Rasulullah dalam menyeru kebenaran. Perjanjian Hudaibiyah yang terjadi setelah larangan umrah Rasulullah oleh kaum Musrikin, jadi pertanda baik untuk Islam. Akhir kisah yang indah, keduanya berdamai untuk tidak berperang selama 10 tahun. Masing-masing pihak, memberikan kebebasan kepada siapapun. Mau jadi kafir, mau jadi Muslim, tidak ada larangan dari siapapun.

Maka, ketika Allah buka lebih banyak hati untuk menerima hidayah Islam, kemenangan telah tampak dan jelas. Janji Allah tidak salah. Janji kepada orang-orang beriman akan kemenangan yang nyata. Meski harus ditempuh dengan berpeluh. Proses panjang. Melelahkan. Kesabaran yang dalam. Pengorbanan yang besar. Keteguhan hati dalam menahan hinaan, cercaan, bahkan penyiksaan.

Karunia terbesar yang penting untuk selalu disadari untuk setiap Muslim adalah mereka akan dapat apa-apa yang diinginkannya. Kapan itu? Ketika mereka di dalam surga. Segala ketakutan, kehilangan, sakit, akan dihilangkan. Segala kesalahan akan dihapuskan. Yang demikian itu, kemenangan yang nyata.

Iman adalah sebab kemenangan. Iman adalah sebab kekuatan abadi. Iman adalah batu bara membara untuk berkorbarnya gerak kebaikan.

Mulai dari Bilal bin Rabbah yang terompahnya sudah di surga sebelum dirinya. Sumayyah sang syahidah pertama. Khadijah, dengan harta dan jiwanya. Fatimah binti Rasulullah dengan kesederhanaannya. Semua menjadi mulia karena iman. Ya, iman. Bukan harta, tahta, ataupun rupa yang menawan.




Rabu, 20 Februari 2019

Ada Yang Mengatur



Oleh: Silvia Maharani

Hidup manusia sudah ada yang mengatur
Mati manusia sudah ada yang mengatur
Perasaan manusia sudah ada yang mengatur
Perilaku manusia sudah ada yang mengatur
Semua yang di dunia ini sudah ada yang mengatur

Tinggal bagaimana kita merawatnya
Tidak merusaknya
Tidak menyepelekannya
Dan tidak menyalahgunakannya

Manusia itu tempat bergantungnya pada Allah
Tujuan doanya pada Allah
Perasaannya untuk Allah
Perilakunya untuk Allah
Dan menjaga yang diciptakan-Nya untuk Allah
Semua yang manusia lakukan untuk Allah

Alam semesta tidak akan ada tanpa kehendak-Nya
Takdir tidak akan ada tanpa kehendak-Nya
Manusia tidak akan ada tanpa kehendak-Nya
Siang tidak akan ada tanpa kehendak-Nya
Malam tidak akan ada tanpa kehendak-Nya

Hidup yang kekal hanya di akhirat
Hidup nyaman hanya di akhirat
Hidup bahagia hanya di akhirat
Berbakti pada kedua orang tua di dunia dan akhirat
Hidup bersama di dunia dan akhirat
Tempat akhir semua makhluk-Nya di akhirat
Tempat istirahatnya juga di akhirat
Tempat keabadian adalah di akhirat




Selasa, 19 Februari 2019

Islam, Aku Padamu


Oleh: @emfatan 

Engkaulah satu-satunya agama
Yang diterima di sisiNya

Engkaulah pegangan tauhid sejak zaman Adam 'alaihissalam
Hingga Muhammad Shalallahu alaihi wa salam

Bersamamu adalah ketundukan
Karenamu adalah keselamatan
Memelukmu adalah keselamatan
Sungguh, aku padamu, Islam

Sabtu, 16 Februari 2019

Belajar dari Umar #4


@emfatan

Penaklukan di negeri Syam pada masa Umar bin Khaththab, jelas Ibnu Katsir, adalah periode kedua penaklukan di kawasan tersebut. Yaitu setelah penaklukan-penaklukan pertama terjadi di masa Abu Bakar Ash-Shiddiq. Inilah yang kelak mengantarkan pembebasan kawasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha, dengan ijin Allah Ta’ala.

Seusai diangkat sebagai Khalifah, Umar radhiyallahu ‘anhu  melakukan penggantian pemimpin pasukan muslimin yang sedang berada di bumi Syam. Panglima pasukan awalnya dijabat oleh Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu lalu Umar menggantinya dengan Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu.

“Surat pertama yang ditulis Umar setelah menjabat sebagai Khalifah,” demikian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sholih bin Kaisan, “adalah surat yang dia kirim kepada Abu Ubaidah yang di antaranya berisi pencopotan Khalid”.

Surat itu dibawa oleh Syaddad bin Aus bin Tsabit Al-Anshari dan Mahmiyah bin Zunaim. Saat keduanya sampai di Syam, pasukan muslimin sedang berhadapan dengan pasukan Romawi di perang Yarmuk.

Apa isi surat pertama Umar tersebut? Mari kita cermati bersama.

“Aku berwasiat kepadamu agar bertaqwa kepada Allah Yang Maha Kekal Abadi dan selainNya akan lenyap, yang telah memberi kita petunjuk setelah sebelumnya kita semua berada dalam kesesatan, mengentas kita dari kegelapan menuju cahaya.

Aku mengangkatmu sebagai panglima pasukan Khalid bin Walid, maka tunaikan tugasmu dengan baik.

Jangan kau bawa pasukan muslimin pada kematian karena mengharap harta rampasan perang, dan jangan menempatkan mereka di suatu tempat sebelum kau mengetahui betul tempat itu, sebelum kau tahu cara mendatangi tempat tersebut. Jangan mengirim pasukan kecuali dalam jumlah besar. Jangan membinasakan kaum muslimin.

Allah mengujimu dengan keberadaanku dan sebaliknya, Dia mengujiku dengan keberadaanmu.
Tundukkan pandanganmu terhadap dunia, palingkan hatimu darinya; jangan sampai dunia 
membuatmu binasa seperti dunia membinasakan umat sebelummu, kau sendiri telah mengetahui kematian mereka.”

Setelah kemenangan di perang Yarmuk diraih, Umar perintahkan Abu Ubaidah dan pasukannya bergerak ke arah Damaskus. <>



Kamis, 14 Februari 2019

Hujan dan Ujian






Apa hubungannya Hujan dan Ujian? Hayo... tahu nggak persamaan antara hujan dan ujian?

Sebelum menjawabnya, coba kita simak beda tanggapan ketika hujan:
“Haa? Hujan? Aduuh.. Jadi becek semua..”
“Hujan lagi! Jadi males ke mana-mana...”
“Hujan-hujan begini mendingan tidur aja di rumah!”
"HUJAN? ASYIIIIK! AYO BASAH-BASAHAN!"

Sama-sama hujan, kok, tanggapannya beda ya? Ada yang semakin semangat dan senang, sedangkan ada juga yang justru nggak senang bahkan males-malesan. Padahal penyebabnya sama: HUJAN.

Lalu, gimana kalau ada UJIAN?
Sama-sama ujian, ada mereka yang nggak senang (nggak heran jadi males-malesan). Tapi, ada juga mereka yang ketika ketemu ujian justru menikmati. Dengan asyiknya mempersiapkan diri dengan latihan soal dan diskusi. Dengan semangat 45 membuka catatan dan mengasah hafalan. Dengan penuh cinta terus mengasah diri dan siap menjadi yang terdepan. Semuanya karena satu: Karena dia tahu bahwa ujian adalah cara menaikkan mutu. Ujian adalah proses untuk menjadi nomor satu.

Sekarang terserah kamu mau pilih yang mana. Pingin jadi orang yang merasa ujian sebagai beban, monster mengerikan yang siap menerkam? Atau justru melihat ujian sebagai tantangan menarik untuk mengasah diri menjadi semakin baik?

Takut tidak lulus ujian? Bagus! Gunakan rasa takut itu untuk mengobarkan semangat juang. Lakukan yang terbaik dengan cara terbaik yang diridloi Sang Pemberi Ujian. Semoga lulus ujian di dunia dan terutama di akhirat. Sehingga akhirnya bisa berkata: YES! UJIANKU BERES, DUNIA AKHIRAT AKU SUKSES!!!

Sssst.. mau ngobrolin lebih asyik tentang ujian? Biar bisa "Ujian Sukses Tanpa Stress"? Kuy, ngumpul ngobrol ngopi bareng di LESEHAN JUM'AT JAN.. Hari apa? Ya Jum'at ini lah.. dimana? Jam berapa? Naik apa? Sama siapa? Ealah, cek aja info komplitnya di #LesehanJumatJAN tema "On Achieving Successfull Students" di @jantraining. Nah, eta terangkanlah...

Rabu, 13 Februari 2019

Keyakinanku



@dik_yusuf


Tiga belas tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itu pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan akidah di dalam hati para sahabat.

Inilah fase perjuangan di Makkah, kondisi masyarakatnya jahiliyyah. Mereka bodoh, akhlak telah lama bobrok, patung-patung dijadikan tuhan, kemaksiatan seakan dianggap biasa bahkan jadi kebenaran. Kondisi ini sama sekali tidak memihak kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tapi, di balik itu semua kita bisa sedikit lega. Muncul sepercik cahaya di sana. Ada satu, dua, tiga, ternyata empat orang mulai menerima kebenaran yang Rasulullah bawa. Mereka adalah kawanan pertama. Mereka, berdasar catatan sirahnya Syeikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri adalah istri beliau Khadijah binti Khuwailid, pembantu beliau Zaid bin Haritsah, anak paman beliau Ali bin Abi Thalib, dan sahabat karib beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq. 

Dua dari mereka berusia muda. Separuh dari orang yang menerima cahaya iman adalah pemuda, dialah Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah.

Ini baru awal. Di Makkah Rasulullah menjalani kehidupan sebagai seorang nabi selama tiga belas tahun. Selama tiga belas tahun inilah hati para sahabat dikokohkan perkara akidah. Hati mereka penuh dengan kalimat "Laa ilaha illallah." Tidak ada sesembahan yang hak disembah selain Allah. Allah menjadi yang utama. Lantas, akhlak mereka yang beriman semakin tertata, keburukan mulai disingkirkan, pandangan hidup ke depan semakin jelas; Islam jaya dan kelak meraih surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.

Kenapa harus keyakinan atau akidah yang didahulukan? Ya, akidah menjadi landasan pokok dalam berakhlak atau berperilaku. Ketika keyakinan kepada Allah telah tertancap erat-erat dalam hatinya, sebagai efeknya dia hanya akan memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dia merasa selalu diawasi oleh Allah. Serta, dia akan beriman kepada ketentuan takdir Allah.

Coba bayangkan. Andai itu dirimu wahai pemuda. Ketika kamu sudah memegang erat keyakinanmu, engkau meneguhkan keimanan kepada Allah ta’ala. Kamu tak akan galau dengan yang remeh-remeh. Kamu tidak akan bimbang dalam menentukan masa depanmu. Kamu pun juga tak akan khawatir akan jodohmu. Bahkan, pilihan hidupmu semata untuk Allah. Perilakumu akan engkau arahkan kepada hal-hal yang menjadikan Allah ridho kepadamu. Karena engkau telah yakin kepada Allah, dengan segala kebesaran yang dimiliki-Nya.

Maka pantaslah, Islam dulu jaya. Di antara pembesar-pembesarnya adalah para pemuda. Pemuda yang teguh keyakinan kepada Allah ta’ala. Bagaimana denganmu? <>

Selasa, 12 Februari 2019

Ujian Sukses tanpa Stress!




“Beruntunglah mereka yang bersiap-siap. Kapan pun ujian datang, insya Allah ia siap berjabat tangan. Maklum, seperti teman lama. Ketemuan sama ujian sih oke-oke saja. Karena ia tahu, betapa bejibun manfaat bersahabat dengan si ujian...!"

Satu kata: UJIAN. Satu kata yang selalu terdengar di telinga kita. Iya kan? Baik ujian hidup ataupun ujian sekolah. Bagi teman-teman yang masih belajar, baik di sekolah maupun kampus, tentu ujian adalah hal yang tidak dapat dihindari. Apalagi di akhir-akhir kenaikan kelas atau kelulusan atau akhir semester. Ujian selalu datang tanpa permisi bertanya terlebih dahulu pada kita; siap atau tidak? Lantas, apa sebenarnya ujian itu? Bagaimana seharusnya sikap kita? Kenapa dia datang? Dan bagaimana kita harus mempersiapkannya?

InsyaAllah kita bahas di Lesehan Jum'at @jantraining pekan ini iya. Bersama @denizdinamiz di Gedung Baru Panti Asuhan dan Pondok Pesantren @rumah_sajada ...

Bismillah ...

@buletinnah

Senin, 11 Februari 2019

BINCANG DAN BEDAH BUKU DAN KISAH AKBAR




Kita perlu ulama yang bisa menjadi teladan dalam kebenaran. Ulama yang mementingkan Allah di atas kepentingan selainNya. Ulama yang memandu umat ke jalanNya.

Inilah Buya Hamka. Ulama yang patut kita pelajari kiprahnya, dan jadikan teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

HADIRILAH!

BINCANG DAN BEDAH BUKU dan KISAH AKBAR dengan tema: BUYA HAMKA, ULAMA RAKYAT TELADAN UMAT Bersama:
👳USTADZ YUSUF MAULANA (@opiniym)
(Penulis Buku 'BUYA HAMKA, ULAMA RAKYAT TELADAN UMAT')
👳USTADZ M. FATAN 'ARIFUL 'ULUM, S.PSI (@emfatan)
(Penikmat Sejarah, Direktur PAPP RUMAH SAJADA)

Insyaallah acara dilaksanakan pada:
🗓 Ahad, 17 Februari 2019
🕐 Pukul 08.00-11.00WIB
🏡 Komplek Pondok Putra PAPP Rumah Sajada (Sorolaten, Sidokarto, Godean)

Kisah Akbar tentang Buya Hamka, bersama;
🧑🏻Kak Akrom dan Kak Adi
Insyaallah acara bersama, dilaksanakan pada:
🕐 Pukul 08.00-10.00WIB
🏡 Komplek Aula Rumah Sajada (Wirokraman, Sidokarto, Godean)

Semoga Allah memudahkan kita dalam menuntut ilmu danmengamalkannya.
Ajak saudara, teman dan handai taulan!🤗 GRATIS UNTUK UMUM
Disediakan:
🍨🍦 Es Krim 300 Cup
🖥Tayangan Multimedia
🛍Doorprize Menarik
👕📚 Bazar Buku dan Kaos 📱 Informasi:
0852-2908-3888 (Ikhwan)
0853-2504-3766 (Akhwat)

#bedahbuku #literasi

Minggu, 10 Februari 2019

Cinta Allah


Oleh: @emfatan 

Dialah Rabb
Yang menciptakan dan memelihara ciptaanNya

Dialah Raja diraja
Pemilik semesta dan segala isinya

Dialah ilah
Sembahan manusia

Sudahkah engkau mencintaiNya,
melebihi segala selainNya?

@buletinnah

Sabtu, 09 Februari 2019

Remaja Utama Teguh Pendirian!





Papalia, seorang psikolog perkembangan, menyebutkan 3 isu utama yang menentukan apakah seorang remaja memiliki komitmen kuat.

Pertama adalah komitmen pada idiologi dan pendirian. Kedua, adalah komitmen pada cita-cita dan profesi. Nah, yang ketiga adalah komitmen pada hubungan dan cinta.

Remaja yang berkomitmen kuat dan tidak mudah galau pada ketiga hal inilah yang layak disebut remaja utama. 

Seorang remaja utama tidak bingung dengan arah hidupnya. Dia yakin bahwa tindakan dan pilihan hidup yang diambil adalah bagian dari langkah mencapai target idealnya. Dia memegang teguh idiologi dan pendiriannya.
Idiologi adalah ilmu dan konsep tentang apa yang dianggap ideal, sukses, prestatif.

Bagaimanakah cara ideal kamu dalam menjalakan hidup ini? Ingat, Allah mengajari kita tentang apa yang seharusnya dicari dalam hidup ini; sukses di kampung akhirat. Sukses di dunia? Itu pun dalam rangka meraih surga.

Allah Ta’ala kabarkan kepada kita dalam surat Al-Isra' ayat 18 dan 19, “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia ini apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”

Semakna dengan ayat tersebut, ”Sesiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya” sabda Rasulillah shallallu ‘alaihi wa sallam, “maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya, dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya).”

“Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya” lanjut Rasulullah, “maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya.” Sabda beliau ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.

Sekarang tanyalah pada dirimu. Apakah kamu siap menjadi remaja mandiri? Bukan sekadar mencari makan dengan jerih payah tangan sendiri. Namun lebih dari itu, apakah kamu siap bertanggung jawab atas segala pilihan dan konsekuensi? Menjadi pemuda yang tegak berdiri pada pilihan hidup atas dasar kebenaran dan ideologi yang diyakini! 

Tidak perlu takut dijauhi teman karena memilih yang benar. Bukan, ini bukan menjauhi teman karena "sok" baik atau sombong merendahkan. Ini adalah berani menghadapi segala tantangan karena kebenaran menjadi pijakan. Kita tahu apa yang benar dan siap mengambil tantangan ketika mengikutinya. Bahkan ada saatnya; ketika lahir, batin, segala kenikmatan dan kenyamanan harus dikorbankan. Prinsip kebenaran harus tetap dikedepankan. Bahkan, ada yang rela membela kebenaran sampai nyawa meregang!

Siapkah kamu? Jadilah remaja teguh pendirian sejak sekarang!<>


Jumat, 08 Februari 2019

Video: Belajar dari Sumbernya


Belajar dari Sumbernya 



Agar belajar selezat cokelat, pasti ada caranya. Cara yang diridhoiNya. 

Bagaimana caranya?

Kita bahas di Lesehan @jantraining sore ini di PAPP @rumah_sajada bersama Ust @emfatan insyaaAllah. 

Agar belajar tak sekadar 'terpaksa' belajar. Tapi belajar untuk sebaik-baik tujuan utama. 

Sumber video: @prouchannel


Rabu, 06 Februari 2019

#MadrasahPraNikah MENIKAH MERAIH BAROKAH



Menikah itu sunnah NabiNya, maka perlu kita siapkan sebaik-baiknya.

Agar menikah sepenuh kesiapan, kita perlu mengusahakan sebaik-baik bekal.

Ikutilah, program Madrasah Pra Nikah:

Program ini akan dilaksanakan selama 8 kali pertemuan.

Tiap SABTU jam 15.45 - 17.30
1. Sabtu, 16 Februari 2019
2. Sabtu, 23 Februari 2019
3. Sabtu, 2 Maret 2019
4. Sabtu, 9 Maret 2019
5. Sabtu, 16 Maret 2019
6. Sabtu, 23 Maret 2019
7. Sabtu, 30 Maret 2019
8. Sabtu, 6 April 2019

Fasilitas:
- Sertifikat (bagi yang full 8 kali pertemuan)
- Kaos
- Konsultasi menikah
- Kopi specialty
- Snack
- Modul
- Sertifikat (bagi yang full 8 pertemuan)


Pembicara:
1. Ust. Mohammad Fauzil Adhim (Penulis buku "Kupinang Engkau dengan Hamdalah", dan "Saatnya untuk Menikah")

2. Ust. Fadlan Al-Ikhwani (Penulis buku "Kujemput Jodohku" dan "Pernak-pernik Romantis"

3. Ust. Muhammad Fatan A. Ulum (Kontributor buku "Menikah Memuliakan Sunnah")

4. Trainer JAN

Biaya pendaftaran:
Rp. 150.000,-

Lokasi/ Tempat:
PAPP (Kompleks Pondok Pesantren Rumah Sajada Putra, Sorolaten, Godean, Sleman, Yogyakarta)
atau https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

Info dan Pendaftaran: 0853 2968 6654 (putra) atau 0856 0017 6738 (putri)

Sebarluaskan, dan ajak teman-teman tersayang!

Senin, 04 Februari 2019

Lesehan JAN: On Achieving Successful Students


Ikuti:

Lesehan Jumat JAN:

On Achieving Successful Students

Sesi terdiri dari 3x pertemuan

1.  8 Februari 2019, Agar Belajar Selezat Coklat
2. 15 Februari 2019, Ujian Sukses tanpa Stress
3. 22 Februari 2019, Tuntut Ilmu Sepanjang Waktu

Tiap JUM`AT jam 15.30 - 17.15

Pembicara:
1. Fatan Fantastik (@emfatan)
2. Deniz Dinamiz (@denizdinamiz)
3. Fuzta F. M. (@fuz_fm)
4. A. Yusuf Wicaksono (@dik_yusuf)

Fasilitas:
snack KHAS
Kopi “Specialty”

Lokasi/ Tempat:
Kantor JAN (Kompleks Pondok Pesantren Rumah Sajada Putra)
atau https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

Cara daftarnya mudah.
Bisa langsung via WA dengan format _Nama_Alamat_ kirim ke cp pendaftaran. Atau dengan klik link ini: http://bit.ly/lesehanJAN

Info dan Pendaftaran: 085329686654 (putra) atau 085600176738 (putri)

GRATIS!(PENDAFTARAN DITUTUP SAAT KUOTA TERPENUHI)

More Information:

085600176738 atau 085329686654
t.me/buletinnah
Twitter: @buletinnah, @JANtraining
Instagram: @buletinnah, @jantraining
buletinnah.com

Sebarluaskan, dan ajak teman-teman tersayang!

Cintaku Padamu



Oleh: @emfatan

Mencintaimu, yaa Rasulallah
Adalah kewajiban
Lebih dari cinta kami, kepada orang tua, anak, seluruh manusia
Bahkan daripada cinta kepada diri sendiri

Mencintaimu, yaa Rasulallah
Adalah kemuliaan
Ia adalah sebab tercurah cintaNya
Serta ampunanNya

Mencintaimu, yaa Rasulallah
Adalah keutamaan
Ia menjadikan kami teman dudukmu
Di surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai

#cinta #remajautama #kusenJAN