Sabtu, 16 Februari 2019

Belajar dari Umar #4


@emfatan

Penaklukan di negeri Syam pada masa Umar bin Khaththab, jelas Ibnu Katsir, adalah periode kedua penaklukan di kawasan tersebut. Yaitu setelah penaklukan-penaklukan pertama terjadi di masa Abu Bakar Ash-Shiddiq. Inilah yang kelak mengantarkan pembebasan kawasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha, dengan ijin Allah Ta’ala.

Seusai diangkat sebagai Khalifah, Umar radhiyallahu ‘anhu  melakukan penggantian pemimpin pasukan muslimin yang sedang berada di bumi Syam. Panglima pasukan awalnya dijabat oleh Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu lalu Umar menggantinya dengan Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu.

“Surat pertama yang ditulis Umar setelah menjabat sebagai Khalifah,” demikian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sholih bin Kaisan, “adalah surat yang dia kirim kepada Abu Ubaidah yang di antaranya berisi pencopotan Khalid”.

Surat itu dibawa oleh Syaddad bin Aus bin Tsabit Al-Anshari dan Mahmiyah bin Zunaim. Saat keduanya sampai di Syam, pasukan muslimin sedang berhadapan dengan pasukan Romawi di perang Yarmuk.

Apa isi surat pertama Umar tersebut? Mari kita cermati bersama.

“Aku berwasiat kepadamu agar bertaqwa kepada Allah Yang Maha Kekal Abadi dan selainNya akan lenyap, yang telah memberi kita petunjuk setelah sebelumnya kita semua berada dalam kesesatan, mengentas kita dari kegelapan menuju cahaya.

Aku mengangkatmu sebagai panglima pasukan Khalid bin Walid, maka tunaikan tugasmu dengan baik.

Jangan kau bawa pasukan muslimin pada kematian karena mengharap harta rampasan perang, dan jangan menempatkan mereka di suatu tempat sebelum kau mengetahui betul tempat itu, sebelum kau tahu cara mendatangi tempat tersebut. Jangan mengirim pasukan kecuali dalam jumlah besar. Jangan membinasakan kaum muslimin.

Allah mengujimu dengan keberadaanku dan sebaliknya, Dia mengujiku dengan keberadaanmu.
Tundukkan pandanganmu terhadap dunia, palingkan hatimu darinya; jangan sampai dunia 
membuatmu binasa seperti dunia membinasakan umat sebelummu, kau sendiri telah mengetahui kematian mereka.”

Setelah kemenangan di perang Yarmuk diraih, Umar perintahkan Abu Ubaidah dan pasukannya bergerak ke arah Damaskus. <>



Tidak ada komentar:

Posting Komentar