Kamis, 28 Februari 2019

KEMENANGAN IMAN


Oleh: Atik Setyoasih

Jelas dan tampak. Secara bergelombang banyak orang-orang yang ingin masuk Islam. Bahkan rasa aman dari kedua belah pihak untuk membebaskan setiap orang memilih, menjadikan dakwah Islam semakin luas.

Inilah kemenangan nyata setelah perjalanan panjang Rasulullah dalam menyeru kebenaran. Perjanjian Hudaibiyah yang terjadi setelah larangan umrah Rasulullah oleh kaum Musrikin, jadi pertanda baik untuk Islam. Akhir kisah yang indah, keduanya berdamai untuk tidak berperang selama 10 tahun. Masing-masing pihak, memberikan kebebasan kepada siapapun. Mau jadi kafir, mau jadi Muslim, tidak ada larangan dari siapapun.

Maka, ketika Allah buka lebih banyak hati untuk menerima hidayah Islam, kemenangan telah tampak dan jelas. Janji Allah tidak salah. Janji kepada orang-orang beriman akan kemenangan yang nyata. Meski harus ditempuh dengan berpeluh. Proses panjang. Melelahkan. Kesabaran yang dalam. Pengorbanan yang besar. Keteguhan hati dalam menahan hinaan, cercaan, bahkan penyiksaan.

Karunia terbesar yang penting untuk selalu disadari untuk setiap Muslim adalah mereka akan dapat apa-apa yang diinginkannya. Kapan itu? Ketika mereka di dalam surga. Segala ketakutan, kehilangan, sakit, akan dihilangkan. Segala kesalahan akan dihapuskan. Yang demikian itu, kemenangan yang nyata.

Iman adalah sebab kemenangan. Iman adalah sebab kekuatan abadi. Iman adalah batu bara membara untuk berkorbarnya gerak kebaikan.

Mulai dari Bilal bin Rabbah yang terompahnya sudah di surga sebelum dirinya. Sumayyah sang syahidah pertama. Khadijah, dengan harta dan jiwanya. Fatimah binti Rasulullah dengan kesederhanaannya. Semua menjadi mulia karena iman. Ya, iman. Bukan harta, tahta, ataupun rupa yang menawan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar