Sabtu, 16 Februari 2019

Siapa Aku? (4) "Manusia vs Jin"

Oleh: Fuzta Fauzal Muttaqin


Mengapa manusia dilawankan dengan jin? Ini bukan peperangan, bukan pula perseteruan. Tetapi ini adalah pembahasan dalam Al-Quran. Pembahasan ini masih melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang mengenali diri kita sebagai manusia. Siapa aku? Manusia atau jin? Atau malaikat? Sejauh mana kita mengenali diri kita sebagai manusia?

Pembahasan kita kali ini bermula dari sebuah kata, yaitu al-insu. Kata inilah yang menunjukkan bahwa manusia selalu dibandingkan dengan jin. Kata al-insu disebut di dalam Al-Quran sebanyak delapan belas kali. Sebanyak itu pula kata al-insu digandengkan dengan kata al-jinnu: tujuh kali kata al-insu mendahului al-jinnu dan sisanya kata al-jinnu mendahului al-insu.

Makna jinak merupakan penekanan kata al-insu dari berbagai makna yang sudah kita bahas sebelumnya. Makna ini sebagai lawan kata al-jinnu yang berarti buas. Karena al-insu dan al-jinnu selalu bergandengan dalam konteks perbandingan. Lalu, apa saja yang diperbandingkan antara keduanya? Kita akan membahasnya.

Pertama, al-insu dan al-jinnu adalah sama-sama makhluk yang diciptakan Allah agar senantiasa mengabdikan dirinya (beribadah) kepada Allah sepanjang hidupnya. Kedua, tidak selamanya al-insu dan al-jinnu berada pada garis ibadah. Keduanya bisa cenderung menjadi pembangkang, lalai, musuh agama, dan akhirnya menjadi penghuni neraka. Tetapi tidak sedikit juga yang menjadi penghuni surga. Selanjutnya, keduanya sama-sama makhluk yang dapat diatur secara tertib. Lalu, keduanya juga mendapat tantangan untuk membuat semacam Al-Quran. Terakhir, Allah memberikan peluang yang sangat luas dalam tantangan menaklukkan lapisan langit.

Kesimpulan yang kita dapatkan adalah bahwa kata al-insu dipakai Al-Quran dalam kaitannya dengan berbagai potensi jiwa manusia. Tujuan utamanya agar manusia menjadi hamba Allah yang selalu berbuat baik sehingga menjadi penghuni surga. Meski ada juga yang berpotensi menjadi pembangkang Allah sehingga membawanya menjadi penghuni neraka. Selain itu, al-insu juga diberi peluang untuk mengembangkan potensinya untuk menguasai alam.

Teruslah berjuang! Teruslah belajar! Hingga kita bisa mengenali dan mengoptimalkan potensi sebagai penghambaan kepada-Nya. Kita sedang bersaing dan berlomba tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga bersaing dan berlomda dengan jin. Siapakah yang masuk surga? Siapa yang terjun ke neraka? Semoga kita termasuk yang dipanggil untuk masuk dalam surga-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar