Senin, 04 Maret 2019

Sekelompok Yang Lupa (5)



Oleh: @fuz_fm

Pernahkah terbayang engkau bersama sekelompok orang pikun? Tentu pembicaraan akan ngalor-ngidul karena tidak nyambung. Sadarkah bahwa ternyata diri kita ini termasuk orang-orang yang lupa atau pikun? Allah yang telah menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Engkau tak percaya? Mari kita bahas bersama.

Manusia memiliki banyak potensi. Kali ini kita akan membahas potensi manusia dari kata al-unaas dan al-insaan. Kedua kata ini tidak banyak diulang dalam Al-Qur’an. Kata al-unaas diulang sebanyak hanya lima kali, sedangkan kata al-insaan diulang sebanyak enam puluh lima kali. Apa saja yang terkandung dalam kedua kata ini?

Kata al-unaas merupakan bentuk jamak dari kata al-insu. Jika al-insu digunakan untuk menyebut manusia secara individu, maka bentuk jamaknya adalah kumpulan dari individu-individu tersebut. Lima ayat yang menggunakan kata al-unaas mendukung maksud tersebut. Kata al-unaas diartikan dengan manusia sebagai kelompok. Dua ayat dalam konteks kelompok suku Bani Israil/kaum Nabi Musa, dua ayat lagi menceritakan kaumnya Nabi Luth, dan satu ayat membicarakan kelompok yang menerima buku catatannya selama di dunia.

Bagaimana dengan al-insaan? Terdapat empat belas ayat yang membicarakan tentang proses penciptaan manusia. Sebagian menjelaskan deskripsi umum, sebagian yang lain merupakan penjabaran lebih lanjut. Kemudian ada delapan ayat yang menjelaskan bahwa manusia mudah melupakan Tuhannya saat memperoleh nikmat dan kesuksesan. Jika mendapat malapetaka, dia tak segan-segan meratap memohon pertolongan Allah. Ayat-ayat yang lain membahas tentang sifat manusia, memberitakan musuh manusia adalah syetan, dan kebangkitan manusia di akhirat.

Kitab Mufrodatul Qur’an menjelaskan secara spesifik tentang kelupaan manusia. Maksud lupa dalam kata al-insaan adalah manusia mendapatkan amanah dari Allah. Amanah yang tidak diterima oleh makhluk lain seperti bumi, langit, atau gunung. Tetapi kemudian manusia lupa dengan amanah tersebut.

Ternyata kita adalah sekelompok yang lupa. Kitalah kumpulan orang-orang pikun. Itulah mengapa kita diperintah untuk berdzikir; terus-menerus mengingat-Nya. Karena ketika lupa, berarti kita termasuk orang yang zalim dan bodoh. Ingatlah bahwa Allah Maha Esa! Ingatlah amanah besar di atas pundak kita! Ingatlah kita akan diminta pertanggungjawaban di akhirat! #

Tidak ada komentar:

Posting Komentar