Rabu, 10 April 2019

BELAJAR KEPADA UMAR 6


Oleh: M. Fatan A. Ulum 

Alhamdulllah, Damaskus telah takluk di masa Umar bin Khaththab menjadi amirul mukminin. Abu Ubaidah kemudian mengirim Khalid bin Walid ke Biqa', suatu daerah yang luas dan datar. Terletak di antara Ba'labak, Himsh dan Damaskus, terdapat banyak perkampungan di dalamnya. Sekarang, daerah ini kita kenal sebagai Lebanon. 

Khalid bin Walid berhasil mengalahkan penduduk Biqa' melalui peperangan. Sedangkan penduduk Ba'labak meminta perjanjian damai, dan Khalid menyetujuinya. Dengan syarat mereka membagi separuh rumah dan gereja mereka, memberlakukan khoroj atau pajak tanah untuk hasil bumi mereka. Riwayat lain mengatakan bahwa Himsh dan Ba'labak ditaklukkan melalui perjanjian damai pada  Dzulqa'dah tahun 14 Hijriyah, di tangan Abu Ubaidah.

Pasukan lain dikirim oleh Abu Ubaidah ke 'Ain Maisanun. Pasukan ini bertemu dengan pasukan Romawi di bawah pimpinan Sinan, yang menyerang dari arah 'Aqabah Beirut. Banyak muslimin yang syahid, sehingga 'Ain Maisanun disebut pula 'Ain Syuhada'.

Sebagai penunaian janji Abu Bakar dulu, Abu Ubaidah bin Jarrah menunjuk Yazid bin Abu Sufyan untuk menggantikan jabatannya di Damaskus. Lalu Yazid bin Abu Sufyan mengirim Dihyah bin Khalifah ke Tadmur beserta sejumlah pasukan. Sedangkan Abaz Zahro al-Qusyairi dikirim ke Batsanniah dan Hauron, kemudian penduduk setempat meminta penjanjian damai.

Sedangkan pasukan Syurahbil bin Hasanah ditunjuk Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menaklukkan seluruh kawasan Urdun. Bersama Amr bin Al-Ash dan pasukan muslimin, Syurahbil menyerbu Baisan. Terjadilah pertempuran. Banyak musuh yang terbunuh, lalu mereka menyerah dan meminta perjanjian damai. Syurahbil bin Hasanah memberlakukan jizyah dan khoroj hasil bumi mereka. Menurut keterangan Khalifah bin Khoyyath dari Abdullah bin Mughirah bin Syu'bah dari ayahnya: “Seluruh kawasan Urdun takluk melalui perang, kecuali daerah Thabariyah karena penduduknya meminta perjanjian damai”.<>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar