Rabu, 03 April 2019

Berkobar Menyala di Dalam Dada!



Oleh: Deniz Dinamiz 

Kamu punya cita-cita? Alhamdulillah kalau sudah. Na’udzubillah kalo belum. Iya, na’udzubillahi min dzalik kalau kamu sampai tidak punya cita-cita. Mengapa? Karena cita-cita itu berharga.

Yang penting, kita yakin cita-cita itu penting. Yang paling utama lagi adalah tentu saja: ridloNya. Kalau Allah sudah ridho dan memutuskan, mudah bagiNya mengabulkan. Beneran. Para Nabi dan Rasul sudah membuktikan. Kuncinya satu: Kamu punya CITA-CITA yang sesuai ridhoNya.

Bagaimana caranya? Langkah pertama: punya cita-cita.

Pernahkah dirimu mengalami suatu kondisi di mana awalnya kamu merasa tidak kuat, tetapi setelah bertahan dan berjuang, ternyata hasil yang didapat luar biasa nikmat?

Rasanya persis ketika kamu sukses kerja keras banting buku (kalau tulang, sakit sih...) untuk menghadapi ujian pelajaran favorit kamu. Pelajaran favorit di mana kamu selalu sukses menggaruk-garuk kepala, pertanda tidak mengerti pelajarannya. Favorit untuk bingung, bahkan ada yang favorit untuk membolos (Astaghfirullaah). Waktu di kelas, pelajarannya susah dipahami. Di luar kelas, malah kelayapan main sampai pagi! (Perhatian...perhatian... Mohon ditiru kalo kamu ingin hasil belajarmu bikin malu...).

Sangat berbeda dengan mereka yang punya cita-cita. Menghadapi pelajaran favorit ini, mereka tidak akan tinggal diam apalagi tinggal main. Mereka akan berjuang sampai titik darah penghabisan! Gunung buku ‘kan didaki, samudera soal ‘kan diseberangi. Kalo perlu buat target tambahan: belajar khusus pelajaran favorit itu tiap malam Ahad dari jam delapan malam minimal 3 jam!

Awalnya sudah kebayang bakal bersimbah keringat (kasihan ya? Sudah simbah-simbah, masih keringetan pula...). Eh ternyata.. belajar makin kuat, tidur pun tak sempat! Tidak terasa waktu belajar terasa begitu cepat. Baru asyik latihan soal halaman 22, ternyata sudah jam 23! Padahal sejak jam 21, kepala sudah manggut-manggut. Karena mengerti jawabannya? Bukan... Bukan karena mengerti. Tetapi karena menahan kantuk..

Tiba-tiba teringat! Cita-cita di sekolah menjadi peringkat pertama! Sampai dapat diterima di perguruan tinggi tanpa ujian dan mendapat beasiswa! Terbayang wajah bangga orang tua yang selalu berdoa dan bekerja keras mencari nafkah tiap harinya! Cita-cita mendapatkan nilai 9, tidak bakal tercapai kalo hanya dengan mengerjakan soal sampai jam 9 malam. Walhasil, ingin menaruh bolpen lalu tidur, rasanya kok berat. Lebih baik lanjut mengerjakan soal sampai dapat. Kok bisa? Itulah rasa lezat yang muncul dari cita-cita yang kuat. Allahu Akbar! Allah Maha Hebat!

Milikilah tekad kuat luar biasa! Semangat berkobar-kobar menyala-nyala di dalam dada, semangat untuk bergerak dan berjuang mencapai cita-cita.  Ingatlah: cita-cita itu datang dari niat di dalam hati. Niat lurus mencari ridho Ilahi. Niat meraih sukses hingga surga menanti. Itulah cita-cita yang diajarkan oleh Sang Nabi. Cita-cita yang mengantar kita sampai ke Surga dan ridhoNya.

Pernah dengar kisah motivator terhebat sepanjang masa? Itulah dia, Nabi Muhammad SAW. Satu di antara sekian banyak kisah inspiratif dari beliau adalah saat beliau dicaci dan disakiti oleh warga Tha’if. Tidak hanya disumpah-sumpahin, beliau sampai dilempari batu sama anak-anak kecil. Kalau kamu? Mungkin dilihat anak kecil saja sudah membentak: NGAPAIN LIHAT-LIHAT?!

Tapi beliau berbeda. Nabi Muhammad SAW tiada duanya. Sampai-sampai malaikat Jibril hendak meratakan orang-orang itu dengan gunung karena tidak terima melihat orang sejujur, semulia, dan sepenuh kasih Nabi Muhammad SAW sampai dijadikan bulan-bulanan, tertawaan, dan bahkan target lemparan...

Tetapi tidak. Nabi Muhammad SAW melarang Jibril untuk melakukannya. Nabi yang penuh kasih sayang pada umatnya itu berharap, bahwa dari anak cucu mereka akan lahir sosok-sosok yang memperjuangkan kemuliaan Allah dan Islam! Masya Allah! Menakjubkan! Sudah dilukai lahir dan batin, Nabi tidak kehilangan sedikitpun harapan akan umatnya. Cita-citanya jelas dan penuh cinta mendalam: membawa umatnya ke jalan kebenaran! Ya Allah... Masukkan hamba ke golongan umat yang dibanggakan Nabi dan diridloi Ilahi!!!

Maka tidak heran, ketika detik-detik menjelang kematiannya, Nabi Muhammad menggerak-gerakkan bibirnya dan berbisik:”Ummati..ummati..” Yang artinya: ”Umatku... umatku... Ya Allah, sholawat serta salam atas Nabi Muhammad yang tak pernah lelah mencintai umatnya...    

Jadi, apakah kamu sekedar iseng punya cita-cita atau BENAR-BENAR cinta pada cita-cita kamu? Semoga saja yang kedua karena cita-cita sejati berasal dari hati. MILIKI CITA-CITA SEJATI, RAIH RIDHO ILAHI! <>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar