Sabtu, 13 April 2019

Mencintai Dunia, Sewajarnya Saja!


Oleh: Muhammad Fikri

“Ya Allah letakkan dunia di tanganku, jangan di hatiku.”

Doa khalifah Rasulullah dan Abu Bakar. Abu Bakar kecintaannya bukan saat mengumpulkan, tetapi sangat cinta untuk menginfakkan harta di jalan Allah.

Ketika manusia mencintai dunia, pasti akan mengumpulkan dan menghitung-hitung hartanya. Fisik dan jiwanya akan lelah. Sebaliknya, jika cinta menginfakkan di jalan Allah, meski lelah akan menjadi penawarnya.

Seseorang yang mengejar dunia, ibaratkan seperti meminum air lautan  yang tiada pernah menghilangkan haus. Kerongkongan akan tenggorokan semakin kering. Mengejar mati-matian tidak akan memberikan kepuasan dan jalan tengahnya adalah mencintai dunia sewajarnya saja.

Seseorang muslim di dunia ibarat musafir yang terus melangkah hingga kedua kakinya menginjakkan ke dalam surga.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyat; 56).

Muslim sejati adalah yang berpegang teguh kepada agama Allah. Muslim sejati adalah yang mempertahankan kalimat tauhid, senantiasa bertanggungjawab dan bersikap tawakal kepada Allah

Referensi:
Ditulis ulang dan diubah seperlunya dari buku Dahsyatnya Mimpi Ikhtiar Doa dan Tawakal dan Penawar Lelah Berbuah Jannah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar