Kamis, 04 April 2019

Motivator Hebat



Oleh: A. Yusuf Wicaksono 

Kita sedang bicara sang motivator hebat. Motivator yang mampu memberikan motivasi yang kuat. Lantas dirimu terdorong untuk bersungguh-sungguh dalam berjuang meraih tujuan.

“Aku mengakui,” tutur Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadawi, “bahwa sampai hari ini aku tidak sanggup mengungkapkannya secara detail. Namun, hanya satu kalimat yang bisa aku ungkapkan; itu adalah kelezatan iman.”

Entah apa yang beliau rasakan. Kesaksian tersebut muncul di saat beliau telah memperoleh gelar syeikh. Ternyata, itu bukan perasaan yang tiba-tiba hadir. Hadirnya kelezatan semacam itu beliau rasakan sejak kecilnya, sembilan atau mungkin sepuluh tahun usianya.

“Kelezatan yang berbeda,” kali ini sang syeikh menceritakan perasaan di masa kecilnya, “dengan berbagai kelezatan lain yang pernah aku rasakan sebelumnya.” Beliau melanjutkan, “Perasaanku asyik melayang menerawang. Bukan kelezatan makan enak di kala lapar. Bukan juga kelezatan liburan yang melelahkan dan terkadang membosankan. Bukan pula kelezatan mainan di kala ingin bermain. Lantas, juga bukan kelezatan kemenangan dalam pertandingan. Bahkan, bukan kelezatan mengunjungi teman lama di kala hati begitu merindu. Sama sekali tidak menyerupai segala kelezatan ini. Kelezatan yang rasanya mampu aku kenali, tapi entah kenapa aku tidak sanggup  mengungkapkannya.”

Dari mana kelezatan itu berasal? Coba kita cermati, “Hari ini saya berbicara tentang buku yang gemanya terasa begitu agung dalam diriku,” begitu penjelasan syeikh An-Nadawi dalam bukunya ath-Thariq Ilal Madinah tentang “Safari Bersama Sejarah, Hari-hari di Masa Kecilku” yang dikutip ulang oleh Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid.

Ternyata sebuah buku yang menjadikan Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadawi merasakan kelezatan iman. Getaran jiwanya tidak sirna seiring tertutupnya lembaran buku yang beliau baca. Akan tetapi, pengaruh itu tertanam begitu lama dan dalam sebagai motivasi yang kuat dalam diri beliau. Sirah Rahmatil ‘Alamin karya Al-Qadhi Muhammad Sulaiman Al-Manshur Furi, inilah buku yang dibaca oleh Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadawi. Buku yang menceritakan perjalanan hidup Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dapati kisah hijrah Rasulullah dan para sahabatnya yang begitu mengesankan dalam dada. Begitu pula, kisah-kisah para sahabat yang merindukan syahid ketika perang Uhud, dan tentu masih banyak kisah yang lain. Menarik. Seorang anak, telah menemukan kenikmatan iman dari menelaah kisah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Andai muda-mudi hari ini menelaah dengan cermat kisah para pendahulu yang shalih; para nabi dan rasul, sahabat, para ulama, orang-orang shalih dan perjuangan-perjuangan hidup mereka. Tentu saja, bukan cerita-cerita fiktif yang belum jelas kebenarannya. Dengan itu, mereka akan tahu siapa tokoh shalih yang hendaknya mereka ikuti. Mereka pun juga akan tahu bagaimana perjuangan-perjuangan para pendahulu dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.  Maka bisa jadi, kelezatan iman layaknya Syeikh Abul Hasan Ali An-Nadawi akan mereka rasakan. Dalam dada mereka, atas izin Allah akan dipenui motivasi yang kuat untuk bersungguh-sungguh dalam berjuang. Hidup mereka akan lebih terarah lantaran dituntun para teladan yang shalih.

Siapa motivatormu wahai pemuda? Pilihlah dengan cerdas. <>



Tidak ada komentar:

Posting Komentar