Rabu, 15 Mei 2019

Keimanan Sa’ad



Oleh: Siti Mutiah

Rasulullah memiliki seorang sahabat yang sangat beliau banggakan. Namanya Sa’ad bin Abu Waqqash. Sa’ad terkenal sebagai golongan orang-orang yang pertama masuk Islam. Sayangnya sang ibu menentang Islamnya Sa’ad.

Sa’ad adalah anak yang sangat berbakti kepada ibunya. Dia sangat sayang dan hormat kepada ibunya. Sa’ad juga terkenal rajin bekerja, tidak suka bermalas-malasan, padahal dia berasal dari keluarga bangsawan dan mempunyai banyak harta.

Suatu ketika, Abu Bakar mendatangi Sa’ad yang tengah bekerja. Abu Bakar menceritakan tentang Rasulullah dan Islam yang dibawanya. Sa’ad sangat memahami kemuliaan dan kebenaran sifat Rasulullah. Saat itu juga, dia mengimaninya dan masuk Islam.

Berita masuk Islamnya Sa’ad sampai kepada ibunya, Hamnah binti Sufyan. Betapa marahnya sang ibu mendengar kabar itu. Sang ibu menyatakan akan mogok makan dan minum, sampai Sa’ad bersedia kembali ke agama nenek moyang dan kaumnya.

Keimanan Sa’ad sangat kuat. Meskipun sang ibu marah padanya, dia tetap menjaga keimanan kepada Allah dan rasul-Nya. Sa’ad juga tetap menyayangi ibunya. Setiap hari, Sa’ad membujuk ibunya supaya mau makan.

Sa’ad sangat sedih melihat kondisi ibunya yang terlihat begitu kurus. Namun, Sa’ad tetap tidak mau meninggalkan Islam. Setelah Sa’ad membujuk ibunya untuk tetap makan, Hamnah akhirnya mau makan. Keimanannya kepada Allah dan RasulNya tetap terjaga, meski sang ibu tidak merestuinya.

Sumber: Buletin Nih #30 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar