Kamis, 16 Mei 2019

Manusia Itu Istimewa



@fuz_fm

Aku teringat sebuah ayat, Firman Allah Yang Maha Melihat, “Dan sesungguhnya telah kami muliakan Anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (Al-Isra': 70). Ternyata Allah sangat memuliakan manusia. Bagaimana caranya?

Aku juga teringat Surat Al-Baqarah ayat 30-35 yang mengisahkan bagaimana penciptaan manusia pertama (Nabi Adam). Allah mengaruniakan kepada manusia berupa 'aql. 'Aql inilah yang menjadikan manusia paling mulia dibandingkan seluruh makhluk yang telah diciptakan. Bahkan bisa lebih mulia daripada malaikat.

NAH, lalu apa itu 'aql? Apakah sama dengan akal yang selama ini kukenal? Tentu aku pun harus memahaminya dari akar katanya, dari Bahasa Arab.

Setelah kutelusuri, secara bahasa kata 'aql mempunyai aneka makna. Di antaranya bermakna kecerdasan. Sedangkan kata kerjanya ('aqala) bermakna mengikat atau menawan. Karena itulah seseorang yang menggunakan akalnya disebut dengan 'aaqil; orang yang dapat mengikat dan menawan hawa nafsunya.

Uniknya, Al-Quran tidak pernah menggunakan 'aql dalam bentuk kata benda. Seluruhnya berbentuk kata kerja. Seakan Al-Quran ingin menjelaskan bahwa berpikir dengan akal adalah kerja dan proses yang terus menerus, bukan hasil perbuatan. Kata-kata tersebut berbentuk 'aqala, na'qilu, ya'qilu masing-masing 1 kali, ya'qiluun 22 kali, dan ta'qiluun 24 kali.

Jumlahnya sebanyak 49 kali; 14 ayat digunakan untuk memikirkan dalil dan dasar keimanan, 12 ayat untuk memikirkan dan memahami alam semesta, 8 ayat tentang pemahaman terhadap peringatan dan wahyu Allah, 7 ayat tentang pemahaman terhadap proses sejarah keberadaan manusia di dunia, 6 ayat tentang pemahaman terhadap kekuasaan Allah, 1 ayat tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan moral, dan 1 ayat tentang pemahaman terhadap makna ibadah.

Aku terperangah. Mayoritas kata 'aql ternyata digunakan untuk memikirkan keimanan. Baru kemudian digunakan untuk memikirkan ilmu pengetahuan. Sementara banyak orang yang menggunakan 'aql-nya untuk berlomba-lomba dan bersaing dalam ilmu pengetahuan. Bagaimana berlomba-lomba dalam keimanan dan taqwa?

Inilah 'aql. Sesuatu yang jika digunakan manusia dengan cara yang baik dan sesuai aturan Allah, maka manusia bisa menjadi lebih mulia dari malaikat. Syaratnya adalah lebih banyak digunakan untuk memikirkan keimanan daripada ilmu pengetahuan. Bagaimana kondisi imanku? Bagaimana kondisi imanmu? Mari pikirkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar