Selasa, 11 Juni 2019

ANAK DAN MEJA MAKAN

Oleh: A. Yusuf Wicaksono 

Lauk dan sayur telah tertata, nasi juga sudah siap. Belum lagi tambah buah-buahan segar dengan bentuk yang menggoda.. Semua itu kan yang sering tertata di meja makan? Ya begitulah, menu spesial dan istimewa. Tetapi, sudahkah momen meja makan seistimewa menunya?

Meja makan, tepatnya waktu makan. Sebuah momen yang seharusnya begitu spesial bagi tiap keluarga. Karena di sana berkumpul bapak, ibu, anak-anak dan mungkin ada keluarga lain  juga. Apalagi dengan hidangan spesial dari wanita mulia, ibu.

Wahai pemuda, jangan malu untuk berbagi. Di sanalah momen istimewa untukmu bersama keluarga. Sampaikan perjuanganmu selama sekolah, atau saat kuliah, ceritakan keseharianmu bersama teman, ceritaan masalahmu untuk sebuah solusi, dan mungkin ceritakan tujuanmu di masa depan. Di sanalah momen kalian mendapat saran dan nasihat dari keluarga, dan jangan lupa mintalah doa dari mereka.

Wahai bapak dan ibu, itulah momen yang tepat bagi kalian untuk sebuah pendidikan. Itulah waktu yang tepat untuk mendengarkan curahan hati mereka, cerita mereka, bahkan keluh kesah mereka. Di saat itu pulalah kalian bisa mengarahkan kesalahan-kesalahan mereka andai mereka salah. Nasihat dan doa, tentu jangan sampai lupa.  Ya, di sebuah meja makan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah memberikan teladan. Dulu. saat itu Umar bin Abu Salamah berada di pangkuan sang lelaki mulia. Seketika, munculah sifat apa adanya pada diri Umar, tangannya bergerak ke sana ke mari di nampan makanan. Melihat itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegur si bocah, “Hai nak, ucapkanlah basmallah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.” Lantas Umar membuat pernyataan yang membuktikan keberhasilan nasihat beliau, dia berkata, “Sejak itu, begitulah caraku makan.”

Terkadang ketika si anak berada di meja makan, mereka mulai bersikap “apa adanya”. Tanpa merasa malu, mereka ambil makanan ini itu dan kurang perhitungan. Efeknya mereka menjadi liar dan rakus saat di meja makan. Terkadang, tangan mereka juga kelayapan untuk mengambil makanan di mangkuk-mangkuk yang tertata di atas meja. Ke kanan ke kiri, jauh pun berusaha mereka dapatkan.

Dari sinilah proses pemuda utama terbentuk. Rantai yang panjang terbentuk dari  rantai satuan yang lebih pendek. Begitu pula rantai kehidupan manusia, dari masa kecilnya, mudanya dan masa tuanya. Masa kecil mereka berpengaruh terhadap usia mudanya, masa muda berpengaruh terhadap masa tuanya. Jangan sia-siakan! <>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar