Senin, 17 Juni 2019

BELAJAR KEPADA UMAR #6

Oleh: M. Fatan A. Ulum 

Hims telah takluk, alhamdulillah. Abu Ubaidah kemudian mengirim Khalid bin Walid dan pasukannya ke Qinnasrin. Qinnasrin adalah daerah dekat Himsh di Syam.
Sesampai di sana, pasukan Muslimin diserang para penduduk yang bersekutu dengan Nasrani Arab. Terjadilah peperangan hebat. Pasukan Khalid berhasil menghabisi seluruh pasukan Romawi yang berada di sana, serta membunuh panglimanya yang bernama Mainas.

Sedangkan pasukan Nasrani Arab yang meminta pengampunan karena dipaksa ikut berperang, dibiarkan oleh Khalid.

Selanjutnya Khalid bersama pasukannya bergerak ke pusat kota. Sebagian besar penduduk Qinnasrin bersembunyi di balik benteng pusat kota. Apa kata Khalid? “Andai pun kalian berada di awan, Allah akan membawa kami ke sana untk memerangi kalian, atau menurunkan kalian dari sana untuk kami perangi.” Khalid dan pasukannya terus mengepung hingga Allah menaklukkan Qinnasrin di tangan Khalid.

Atas capaian Khalid ini, Umar bin Khaththab berkomentar, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar, dia lebih mengenali prajurit hebat melebihiku. Demi Allah, sungguh aku mencopot Khalid bukan karena mosi tidak percaya, tapi aku khawatir orang-orang akan mengandalkan dan bergantung kepadanya.”

Ya. Dulu Umar bin Khaththab, setelah diangkat menjadi khalifah pengganti Abu Bakar,  mencopot Khalid dari jabatannya. Ibnu Sa’d meriwayatkan bahwa Umar berkata, “Khalid bin Walid dan Mutsanna bin Syaiban benar-benar akan aku copot agar keduanya tahu, yang memberi pertolongan kepada hamba-hambaNya adalah Allah, bukan mereka berdua.”
Di tahun yang sama yaitu 15 H, jelas Ibnu Jarir, Umar menunjuk Mu’awiyah bin Abu Sufyan sebagai gubernur Qoisariyah. Dalam suratnya, Umar menyampaikan,

“Amma ba’du. Aku mengangkatmu sebagai gubernur Qoisariyah, untuk itu segeralah menuju ke sana dan mintalah bantuan Allah untuk mengalahkan penduduk setempat; sering-seringlah mengucapkan: Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adzhiim. Allaahu Rabbunaa wa tsiqotunaa wa rojaa’unaa wa maulaanaa, fani’mal maulaa wani’man nashiir.”

Mu’awiyah beserta pasukannya bergerak ke Qoisariyah, dan mengepung kawasan tersebut. Demikian Ibnu Katsir meriwayatkan. Penduduk setempat beberapa kali menyerang, dan akhirnya terjadi pertempuran hebat. Mu’awiyah bertekad bulat dan mencurahkan segenap tenaga dalam perang ini hingga Allah memberi kemenangan melalui usaha kerasnya. Akhirnya musuh kalah dengan korban di pihak musuh sekira 100 ribu orang. Berita kemenangan dan seperlima harta rampasan perang dikirimkan kepada Amirul Mukminin Umar bin Khatthab. Allaahu akbar! <>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar