Sabtu, 15 Juni 2019

HATI-HATI HARUS BERHATI-HATI

Oleh: Fuzta Fauzal Muttaqin

Hatiku tergugu. Rasanya seperti ngilu. Seluruh tubuhku sakit. Kepala cekit-cekit. Badan seolah terjepit, seakan dalam ruang yang sempit. Sementara kulihat orang lain tertawa. Hatinya berbunga-bunga. Tampak sekali bahagia. Bagaimana bisa? Mengapa aku tersiksa sementara yang lain bersuka cita?

Aku terpekur memikirkannya. Kemudian, seolah sudah terskenario, kudengar sebuah hadits dibacakan,’Ingatlah bahwa sesungguhnya di dalam tubuh ada sekerat daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Dan jika daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ingatlah daging itu adalah qalbu’.

Aku tertampar. Maka kucari tahu apa sebenarnya qalbu itu. Kata qalbun adalah bentuk mashdar dari qalaba yang berarti berubah, bepindah, atau berbalik. Sedangkan kata qalbun itu sendiri berarti hati atau jantung.

Ada yang menyebutkan kata qalbun ini disebutkan sebanyak 122 kali dalam Al-Quran. Terdapat 43 ayat yang menjelaskan tentang iman. Selanjutnya 24 ayat menjelaskan bahwa qalbun mampu menampung perasaan takut, gelisah, harapan, dan ketenangan.
Selain itu, terdapat 20 ayat yang menjelaskan bahwa qalbun mampu menerima dan menyimpan sifat-sifat seperti keteguhan hati, kesucian, kekasaran, kekerasan, dan sifat sombong. Dalam 5 ayat lainnya dijelaskan bahwa qalbun punya kemampuan untuk berdzikir, dan dengan dzikr ia akan menjadi tenang.

Sedangkan dalam 7 ayat lainnya dijelaskan bahwa qalbun punya kemampuan untuk memahami (dengan menggunakan ‘aql) fakta-fakta sejarah dengan mengarahkan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan pikiran.

Aku terperanjat. Tak hanya ‘aql yang kemarin kita bahas, ternyata qalbun juga lebih banyak digunakan untuk membahas tentang keimanan dibandingkan yang lain. Jangan-jangan selama ini hatiku rusak, karena penggunaannya tidak sesuai dengan tata aturannya.
Mungkin selama ini hatiku lebih sering memikirkan tentang dunia saja. Harta, tahta, atau wanita. Karena kondisi hati menentukan kondisi tubuh seluruhnya. Bagaimana kondisi hatimu? Apakah sama sepertiku yang sedang tergugu? Atau termasuk yang bahagia selalu?<>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar