Sabtu, 01 Juni 2019

Manusia Terpilih



Oleh: Atik Setyoasih 

Dialah sang terpilih. Dari berjuta-juta manusia yang hidup di dunia ini, Allah pilih orang-orang terbaik yang pantas sebagai teladan.

Keberaniannya, teguh pada prinsipnya, arah jelas dalam hidupnya, membuat setiap orang takjub jika menelusuri jejaknya.

Berselisih dengan orang tua adalah sesuatu yang pasti berat. Ya. Berat. Apalagi untuk urusan-urusan perbedaan prinsip. Sang ayah meyakini bahwa berhala-berhala yang dipahat kemudian disembah adalah tuhannya. Sedangkah dia, meyakini itu sebagai perbuatan bodoh dan tidak masuk akal.

Ujian berikutnya adalah ia diusir karena tetap teguh dengan keyakinannya. Ya. Oleh ayahnya sendiri. Sang ayah tidak mau menganggap dirinya sebagai anaknya lagi. Betapa pedih dan sakit rasanya saat itu. Tapi, dia tetap menghadapi ujian itu dengan yakin akan kesudahan yang baik dari Ilahi Rabbi.
Ujian akan selalu ada. Bagi setiap insan yang beriman kepadaNya. “Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu,” firman Allah dalam Surat Ali-Imran ayat 18.

Ujiannya memang belum cukup sampai di sini. Setelah penantiannya yang cukup lama saat berumah tangga yakni, putra penyejuk hatinya, ia diperintahkan Sang Pencipta untuk meninggalkan putra beserta ibunya. Di tanah yang tandus, kering, tiada sumber air dan makanan. Ujian yang sejatinya berat. Tapi hatinya tetap taat, begitu pula amalnya. Apapun yang diperintahkanNya, meski seperti tidak mampu melakukannya, ia lakukan.

Belum lama setelah itu, ia diperintahkan Allah menyembelih putra tercintanya. Ah...berat dan panjang perjalanannya sebagai manusia pilihan.

Menjadi manusia memang pilihan. Mau dipilih atau sekadar manusia biasa-biasa saja yang hidup di dunia ini. Seperti halnya dia, ya, kekasih Allah Ibrahim `alahissalam.

Laahaulaa walaa quwwata illa biLlaah ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar