Rabu, 05 Juni 2019

MENCARI RIZKI SEJATI


Oleh: Deniz Dinamiz

Bagi kamu yang suatu saat ingin punya pekerjaan, maukah kamu punya penghasilan uang jutaan, bahkan milyaran? Inginkah kamu berpenghasilan uang 2M tiap bulan, menjadi pemimpin perusahaan pilihan, punya rumah idaman, ditambah mobil pribadi bukan sewaan? Syaratnya cuma satu: Kamu JUAL agama dan keyakinanmu. Kamu manggut setuju dengan berbuat korup dan curang dalam mencari penghasilan. Mau?

Kalau kamu tidak tahu untuk apa kamu mencari rizki di dunia ini, pasti sudah dengan mudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
“Dan tidak ada satu pun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rizkinya telah ditetapkan Allah…” (Q.S. Hud ayat 6)

Nah, hewan melata saja dijamin rizqinya. Apalagi kita? Jadi tiap makhluk sudah ditentukan jatah rizki-nya. Lalu buat apa kita belajar dan bekerja? Bukankah untuk mencari rizki?
Islam menjadikan proses mencari ilmu dan berusaha bekerja sebagai bagian dari ibadah dan cara mendekatkan diri kepada Allah.

“Sesungguhnya ruh Qudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rizki-nya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rizki…”

Perhatikan. Kita diperintahkan untuk bertakwa dan menjaga cara kita mencari rizki. Dan hadits ini masih ada lanjutannya..

“ … Jangan sampai tertundanya rizki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rizki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (Hadits riwayat Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani)
Sudah jelas bagaimana Islam mengatur segala sesuatunya. Termasuk dalam cara mencari rizki dalam hidup ini. Ingat: rizki tidak hanya berupa uang atau harta. Dia bisa dalam berbagai rupa. Bisa berupa keluarga yang menyayangi, tetanggga yang baik hati, teman yang peduli, rumah dan alam yang nyaman dihuni, dan segala macam pemberian Allah untuk diri kita.

Itulah mengapa rizki berasal dari bahasa Arab, yaitu razaqo-yarzuqu-rizq, yang berarti “pemberian”. Secara istilah, rizki adalah apa saja yang diberikan Allah SWT yang diperoleh manusia.

Sejatinya, pemberian paling penting dari Allah untuk kita adalah Iman dan Islam di dalam hati kita. Karena inilah yang akan membawa kepada kebahagiaan sejati: Sukses di dunia dan Surga di akhirat. Maka, sudah seharusnya kita belajar dari teladan Rasulullah. Beliau bahkan rela kehilangan dunia demi menjaga tegaknya agama Islam di muka bumi ini. Ingatkah kalian akan kisah Rasulullah yang satu ini?

Ketika itu Nabi kita tercinta telah diangkat menjadi Nabi oleh Allah. Beberapa waktu setelah itu, secara terang-terangan Nabi mencela berhala-berhala yang disembah kaum Quraisy Mekah. Orang kafir Quraisy takut hilangnya kekuasaan mereka dalam hal agama dan juga perdagangan jika sampai orang-orang tidak lagi menyembah berhala mereka. Mereka takut kehilangan penghasilan mereka karena dakwah Nabi.

Orang-orang kafir itu pun me-lobby paman Rasulullah yang nggak pernah berhenti melindungi keponakannya itu,

“Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek moyang kita dan mencela berhala-berhala kita! Sebaiknya kamu suruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga dia atau kami BINASA!”

Mendengar hal ini, maka dipanggilnya Nabi Muhammad dan diceritakannya tentang hal ini. Lalu Abu Thalib berkata,

”Jagalah aku, begitu juga dirimu. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul...”
Nabi Muhammad menoleh kepada pamannya, seraya berkata,

“Paman,” jawab Rasulullah, “demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugasku ini, sungguh tidak akan kutinggalkan! Biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu di tanganku atau aku binasa karenanya.”

Terpesona Abu Thalib oleh jawaban itu, lalu dipanggilnya lagi keponakannya dan dikatakan kepadanya, “Anakku, katakanlah sekehendakmu. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!”  

Rasul yakin bahwa berdakwah dan membela Islam adalah perjuangan untuk meraih ridhoNya. Meski itu berarti bertaruh harta terkuras, tubuh dilindas, bahkan nyawa dirampas!
Maka ingatlah: Rizki sejati yang dibawa sampai surga, hanyalah rizki dan harta yang dicari dengan halal dan digunakan untuk meraih ridhoNya. Harta yang dikumpulkan di dunia? Hanya akan ditinggal mati untuk anak cucu keturunan kita. Carilah Rizki Sejati! <>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar