Kamis, 19 September 2019

Belajar Kepada Umar 9

Oleh: M Fatan A Ulum

Perang Ajnadin

Tahun 15 Hijriyah, Umar bin Khaththab mengirimkan surat kepada Amr bin Al-Ash agar bergerak menuju Baitul Maqdis. Amr melaksanakan perintah tersebut.

Saat melewati daerah Romlah, pasukan muslimin bertemu pasukan Romawi. Perang pun pecah. Persis di daerah Ajnadain, yaitu berada di distrik Bait Jabrain, (Palestina?) Baitul Maqdis.

Perang hebat terjadi antara kedua belah pihak, seperti perang Yarmouk. Banyak korban berjatuhan.
Setelah itu sisa pasukan yang ada bergabung dengan Amr bin Al-Ash sehingga pasukan Amr bertambah banyak.

Arthobun, pemimpin pasukan Romawi, mengirimkan surat ke Amr bin Al-Ash. “Kau adalah teman dan orang yang sama sepertiku, bagi kaummu kau memiliki kedudukan sama sepertiku. Demi Allah, kau tidak akan bisa menaklukkan Baitul Maqdis sedikit pun pasca perang Ajnadain; karena itu pulanglah agar kau tidak diserang lalu kau akan tertimpa kekalahan seperti yang dialami orang-orang sebelummu.”

Amr bin Al-Ash kemudian membuat surat balasan. Lalu memanggil seseorang yang  bisa bahasa Romawi untuk diutus menemui Arthobun. Amr berpesan kepadanya untuk menyerahkan surat itu kepada Arthobun, dan ,”Dengarkan ucapannnya, kemudian kembalilah dan beritahukan kepadaku.”
Apa isi surat dari Amr bin Al-Ash?

“Suratmu sudah aku baca; engkau memang memiliki kedudukan sama sepertiku. Jika engkau lengah dan tidak mengetahui kelebihanku, pastilah aku yang akan berhasil menaklukkan negeri ini. Bacakan suratku ini di hadapan anak buah dan para menterimu.”

Apa yang dilakukan Arthobun saat surat dari Amr tiba?

Dia kumpulkan para menterinya, dan dia bacakan isi surat tersebut kepada mereka. Mereka pun bertanya kepadanya, “Dari mana Tuan tahu bahwa Amr bukan orang yang akan menaklukkan negeri ini?”

“Ya”, jawab Arthobun, “Karena orang yang akan menaklukkan negeri ini namanya terdiri dari tiga huruf, cirinya begini dan begitu”. Tiga huruf itu maksudnya adalah 'ain-mim-ra'. Dan yang disebutkan adalah ciri-ciri dari Umar bin Khaththab.

Utusan Amr pun pulang dan menyampaikan semua itu kepada Amr bin Al-Ash. Amr pun menulis surat kepada Umar. “Saya menghadapi perang yang berat dan mengguncang, saya menghadapi negeri yang telah dipersiapkan untuk Anda taklukkan, maka bagaimana pendapat Anda”.

Umar menerima surat itu. Dia memahami situasi berat yang dihadapi Amr. Umar pun bertekad berangkat menuju Syam untuk membebaskan Baitul   Maqdis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar