Rabu, 11 September 2019

LESEHAN JUM’AT JAN: MARYAM IS THE BEST IN BOTH


Oleh: TIM JAN
Maryam dalam Firman-Nya

Inilah Al-Quran, sebaik-baik petunjuk bagi umat manusia. Allah tunjukkan di dalamnya kisah seorang wanita terbaik. Dialah Maryam. Maka, untuk mencermati lebih detail, bagaimana Al-Quran menuturkan kisah Maryam, silahkan buka QS. Ali-Imran ayat 33-47. Selain itu, surat Maryam juga menjadi penting untuk mencermati tentang wanita terbaik dunia akhirat ini.

Di bawah ini akan kami sampaikan, sedikit tentang wanita yang mulia ini.

Nasab dan Keluarga

Inilah Maryam. Muhammad bin Ishaq menyebutkan bahwa nama Maryam secara lengkap adalah Maryam binti Imran bin Basyam bin Amru bin Amun bin Maisya bin Hazqia bin Ahriq bin Mautsam bin Azaziah bin Amshia bin Yawisy bin Ahrihu bin Yazim bin Yahfasyath bin Eisya bin Iyan bin Raj’an bin Dawud.

Maka dari sini kita tahu bahwa Maryam adalah keturunan Nabi Dawud. Ayahnya bernama Imran. Sedangkan ibunya bernama Hanah binti Faqudz bin Qabil. Sementara itu Maryam diasuh oleh Zakariya, dialah Nabiullah.

Bicara Hanah, kita perlu mengenal sosok wanita mulia ini. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan Hanah adalah seorang yang belum pernah hamil. Pada suatu hari ia melihat seekor burung memberi makan anak-anaknya, maka ia pun menginginkan seorang anak. Lalu ia berdoa kepada Allah agar memberinya seorang keturunan. Lalu Allah mengabulkan keinginannya. Setelah ia benar-benar hamil, ia pun menazarkan agar anaknya menjadi anak yang tulus beribadah dan berkhitmad di Baitul Maqdis.

Isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".
Inilah orang-orang yang berada di sekeliling Maryam. Merekalah keluarga Maryam. Mereka orang-orang shalih yang menjadi pilihan Allah Ta’ala.

Maryam di Atas Semua Wanita

(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

Ibnu Katsir menjelaskan inilah berita dari Allah Ta’ala, tentang apa yang disampaikan Malaikat kepada Maryam. Yakni perintah Allah kepada Malaikat untuk menyampaikan bahwa Dia telah memilih Maryam karena banyaknya ibadah yang ia lakukan, kezuhudan, kemuliaan, dan kesuciannya dari kotoran serta bisikan syaitan, dan Allah telah memilihnya atas semua wanita di muka bumi ini.

Dari Ibnu Abbas, dia menuturkan, “Rasulullah membuat empat garis di tanah lalu berkata, ‘Tahukah kalian apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Wanita penghuni surga yang terbaik adalah, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiah binti Muzahim, istri Fira’un.

Keutamaan Maryam satu di antaranya Allah tunjukkan dengan adanya undian untuk menentukan siapa yang akan memelihara Maryam. Orang-orang saling berebut untuk mendapatkan hak memelihara Maryam. Semua itu mereka lakukan lantaran keinginan mereka untuk mendapatkan pahala.

Pada saat itu ibu Maryam membawa Maryam keluar kepada Bani Al-Kaahin bin Harun, saudara Musa. Mereka ini adalah penjaga Baitul Maqdis. Lalu Hanah mengatakan, “Ambilah nadzarku ini, aku ingin menunaikannya. Dia adalah putriku. Aku tidak bisa masuk karena karena wanita haid tidak bisa masuk ke tempat ibadah. Dan aku tidak akan mengembalikannya ke rumahku.”

Mereka menjawab, “Ini adalah putri imam kami; Imran (saat itu Imran imam shalat mereka), orang yang telah berkorban untuk kami.”

Zakariya berkata, “Serahkanlah anak perempuan itu kepadaku, karena bibinya adalah istriku.”

Akhirnya, untuk menentukan siapa yang akan mengasuh Maryam mereka pergi ke sungai Yordania. Lalu mereka melempar pena-pena mereka ke sungai. Maka siapa yang penanya tidak terbawa arus dialah yang akan mengasuh Maryam.  Mereka pun melemparnya, lantas pena milik Zakariya yang tidak terbawa arus.

Inilah ketetapan Allah untuk menentukan siapa sebaik-baik orang yang akan mengasuh Maryam. Dialah Zakariya, Zakariya adalah pemimpin Bani Israil yang dijadikan sebagai tempat mengadukan berbagai masalah agama mereka.

Di Mihrab Dia Bersujud

Zakariya merawat dan mengasuh Maryam dengan penuh kasih sayang. Zakariyalah yang memberikan pendidikan kepada Maryam. Dia pula yang mengantar makanan dan segala keperluan  kepada Maryam di dalam mihrabnya.

Zakariya menempatkan Maryam di sebuah tempat mulia di masjid, yang itu berada di Baitul Maqdis. Di sana Maryam beribadah kepada Allah dan menjalankan kewajiban mengurus Masjid ketika gilirannya tiba. Maka, sampai pada tingkatan Maryam menjadi ikon ahli ibadah di kalangan Bani Israil. Karena Maryam seorang wanita yang senantiasa beribadah siang dan malam.

Ada kejadin aneh yang Zakariya dapati di dalam Mihrabnya Maryam. Tatkala masa sulit mendapatkan makakan, setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, dia dapati makanan di sisinya.  Zakariya dapati di sana terdapat buah-buahan musim panas pada musim dingin dan buah-buahan musim dingin pada musim panas.

Zakariya bertanya, “Wahai Maryam, darimana engkau memperoleh makanan ini?

Maryam menjawab, “Makanan ini dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendakinya.”

Dari sinilah Zakariya mendapatkan inspirasi untuk memohon keturunan kepada Allah Ta’ala. Hal ini dapat kita lihat dari doa yang beliau panjatkan, “Wahai dzat yang memberikan Maryam buah-buahan yang tidak pada musimnya! Karuniakan kepadaku anak meski tidak pada waktunya.”

Ibunda Dari Lelaki Sampai Akhir Zaman

Maryam bukanlah pezina. Bukan pula wanita yang dengan mudahnya para lelaki menyentuhnya. Maryam adalah wanita suci dan senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Maryam adalah seorang wanita yang antara dia dengan kaumnya terdapat hijab. Maka benar-benar terjagalah kesucian Maryam.

Allah Ta’ala menunjukkan kuasa-Nya kepada hamba-Nya. Allah berikan kabar gembira kepada Maryam melalui Malaikat Jibril, bahwa dia akan melahirkan seorang anak. Bukan hal yang mustahil bagi Allah, itu merupakan perkara yang mudah. Anak yang tercipta dengan kalimat dariNya, yaitu Allah berkata kepadanya, “Jadilah, maka jadilah dia.” Allah kabarkan, bahwa namanya Al-Masih ‘Isa putera Maryam. Dinisbatkan kepada ibunya karena memang ‘Isa tidak memiliki bapak. Seseorang yang mulia di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang yang didekatkan kepada Allah.

Referensi;
Ibnu Katsir, Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, 2006, Jakarta; Pustaka Ibnu Katsir
Ibnu Katsir, Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5, 2006, Jakarta; Pustaka Ibnu Katsir
Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi; Kisah 31 Nabi Dari Adam Hingga Isa, 2013, Jakarya Timur; Ummul Qura
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., MA., Kisah Para Rasul Alaihimussalam 3, 2017, Yogyakarta; Itqan Publising


Tidak ada komentar:

Posting Komentar