Senin, 23 September 2019

(Resume) The Two that Accompany #1



 Oleh: Tim JAN
Musa memang dikelilingi wanita-wanita utama. Mulai dari ibunda aslinya yakni Yukabid binti Lawi binti Ya'qub. Kemudian bersama ibunda angkatnya yang bernama Asiyah binti Muhazim atau istri Fir'aun. Selain itu, ia diasuh dan dijaga pula oleh kakaknya yang mulia, Maryam binti Imran. Dan terakhir, ia didampingi pula oleh istri tercinta, putri seorang Nabi, putri Syu'aib.

Di Lesehan Jum'at JAN edisi "Learning from The Best Youth" chapter 6 ini, kita hanya akan bahas secara fokus dua wanita yang menemani Nabi Musa 'alahissalam. Sang kakak dan sang istri.

Wanita pertama, kakaknya Musa. Maryam binti Imran namanya. Namanya mirip dengan ibunda Isa bukan? Akan tetapi, apakah ibunda Isa yang dimaksud? Bukan. Ini bukan Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa. Hal ini dikarenakan zaman Nabi Musa, berbeda jauh dengan zaman Nabi Isa.

Kakaknya Musa inilah yang kemudian menikah dengan salah satu muridnya Musa. Bukan dengan Yusya' bin Nun Sang Pembebas Baitul Maqdis pertama. Tetapi dengan Kalib bin Yuhana.

Kisah kakaknya Musa yang menakjubkan dimulai ketika Fir'aun menetapkan aturan membunuh setiap bayi laki-laki di tahun itu. Berbeda dengan kakaknya; Nabi Harun. Nabi Harun lahir bukan di tahun Fir'aun menginginkan setiap bayi laki-laki yang lahir dibunuh.

Ya. Fir'aun bermimpi melihat ada api dari (arah) Baitul Maqdis dan membakar Mesir. Fir'aun pun khawatir adanya 'kelahiran' seorang laki-laki yang hendak menghancurkan kerajaannya. Tapi 'bodohnya', ia tidak ingin semua laki-laki binasa sehingga tidak ada yang bisa dijadikan sebagai budaknya. Sehingga Fir'aun membuat aturan, satu tahun setiap lahir bayi laki-laki dibunuh, satu tahun kemudian setiap bayi laki-laki lahir, dibiarkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar