Senin, 23 September 2019

(Resume) The Two that Accompany #5



Oleh: Tim JAN
Inilah putri dari seorang yang shalih. Keutamaannya sebagai seorang pemudi utama, layak menjadi teladan kita semua. Inilah yang amat belas kasihnya kepada orang tuanya (birrulwalidain). Ia menjaga kehormatannya. Pandai menggembala kambing. Ia pun memberi saran yang tepat tentang 'karyawan' yang ideal untuk bapaknya.

Sebagai istri, Putri Syu'aib menemani Musa dengan setia. Tatkala Musa berstatus sebagai 'buronan' dan mendapatkan perintah Allah mendatangi Mesir dan berdakwah kepada Fir'aun, sebagai istri tidak mempersulitnya. Sang istri menemani dan mendukungnya. Bahkan, begitulah cara Allah menyiapkan seorang wanita yang mendampingi Musa ini. Kuat. Semenjak ia memilih menggembala hewan ternak bapaknya.

Bukankah menggembala hewan ternak itu pekerjaan laki-laki?

Sungguh, kemuliaan itu tidak didapatkan dengan enak-enakan. Bahkan hidup seenaknya. Tapi layaknya Maryam binti Imran yang amanah, tabah mendampingi ibunya di saat ada kesulitan, serta kecerdasan dalam memecahkan masalah.

Begitu pula dengan Putri Syu'aib. Bukan berarti di saat muda adalah waktunya berfoya-foya. Tapi dengan masa kekuatan utama, ia berani mengambil pekerjaan berat baginya. Demi baktinya pada orang tua. Demi taatnya pada suami tercinta. Lillaahita'ala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar