Selasa, 03 September 2019

The Fatih of Baitul Maqdis (1)


Oleh: M Fatan A. Ulum

Namanya adalah Yusya' bin Nun. Secara tidak langsung, Allah Ta'ala sebutkan namanya dua kali dalam Al-Quran. Yaitu dalam kisah Nabi Musa dan Khidhir di surat Al-Kahfi ayat 60 dan 62. "Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada muridnya..." (Q.S. Al-Kahfi ayat 60).

"Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: Bawalah kemari makanan kita..." (Q.S. Al-Kahfi ayat 62). فتاه -- muridnya, yang dimaksud adalah Yusya' bin Nun.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, dia bercerita, aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas: "Nauf al-Bikali mengatakan bahwa Musa, sahabat Khidhir itu bukanlah sahabat Bani Israil." Maka Ibnu Abbas pun menjawab, "Musuh Allah itu telah berdusta.”

Ubay bin Ka'ab pernah memberitahukan kami bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Musa pernah berdiri seraya memberikan ceramah kepada Bani Israil, lalu ditanya: "Siapakah orang yang paling berilmu?' Dia menjawab, 'Aku.' Maka Allah mencelanya, karena dia belum diberi ilmu olehNya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya, 'Sesungguhnya Aku memiliki seorang hamba yang berada di pertemuan dua laut, yang dia lebih berilmu daripada dirimu.' Musa berkata, 'Ya Rabbku, bagaimana aku bisa menemuinya?' Allah berfirman, 'Pergilah dengan membawa seekor ikan besar, dan letakkanlah ia di tempat penimbunan. Di mana ikan itu hilang, di situlah Khidhir berada.' Maka Musa mengambil seekor ikan besar dan meletakkannya di tempat penimbunan. Lalu pergi bersama seorang pemuda bernama Yusya' bin Nun....". Kisah inilah yang kemudian disebutkan Allah Ta'ala dalam surat Al-Kahfi. (Bersambung)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar