Rabu, 04 September 2019

The Fatih of Baitul Maqdis (2)


Oleh: M. Fatan A. Ulum 

Saat ada perintah dari Allah agar Bani Israil memasuki al-ardlu al-muqoddasah yaitu Baitul Maqdis, Nabi Musa menugaskan 12 orang yang masing-masing diambilkan dari 12 suku Bani Israil. Demikianlah yang dikutip Prof. Dr. Yunahar Ilyas dalam "Kisah Para Rasul Jilid 2" dari Kitab Bilangan. Satu di antara pengintai itu adalah pemuda Yusya' bin Nun. 

Kedua belas orang ini diperintahkan untuk pergi mengintai dan menyelidiki Tanah Kan'an; bagaimana keadaan penguasanya, penduduknya, dan segala sesuatu tentang negeri yang akan dimasuki tersebut. Mereka berada di sana selama 40 hari. Kemudian hasil pengintaian dilaporkan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun, di hadapan segenap Bani Israil.

Menurut hasil penyelidikan mereka, negeri yang mereka diperintahkan memasukinya itu adalah negeri yang teratur dan makmur. Penguasanya sangat kuat, benteng mereka sangat kokoh. Penduduknya besar-besar, kuat lagi perkasa. 

Laporan ini menyebabkan Bani Israil ketakutan. Bahkan ada yang menangis, membayangkan bagaimana nasib mereka jika pergi berperang ke negeri yang kuat tersebut. Ketakutan itu menjadikan mereka menolak perintah berperang.

Sedangkan dalam tafsir Al-Aisar, Syaikh Abu Bakar Jazir Al-Jazairi menyebutkan bahwa ketakutan Bani Israil atau kekalahan jiwa sebelum berperang ini karena tersiarnya berita bohong yang tak masuk akal tentang kekuatan kaum Kan'an yang begitu besar, sehingga mayoritas Bani Israil terpengaruh oleh hoax tersebut.

Akan tetapi, ada 2 orang dari kalangan Bani Israil yang tidak takut dan siap berperang memenuhi perintah Allah. "Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: 'Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu. Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.'" (Q.S. Al-Maidah ayat 23). Siapakah kedua orang ini? (Bersambung)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar