Sabtu, 26 Oktober 2019

MATERI LESEHAN JUM’AT JAN: THE WORLD AVOIDERS #2



Oleh: Tim JAN 

Inilah Zuhud

Dari Sahal bin Sa’ad, dia menuturkan, “Ada lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang apabila aku lakukan maka aku akan dicintai Allah dan disegani orang-orang.”

Beliau bersabda, “Berlaku zuhudlah di dunia, tentu engkau dicintai Allah; dan berzuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh orang-orang, tentu engkau akan dicintai oleh orang-orang.” Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad hasan.

Dalam bahasa hadits di atas disebutkan izhad (berlaku zuhudlah);  zuhud adalah tidak punya ambisi terhadap harta dan kesenangan duniawi agar dapat beribadah secara ikhlas kepada Allah.

Al-Bugha menjelaskan, bahwa zuhud bukan berarti kemiskinan, kehinaan, kerendahan diri dan kemalasan. Namun zuhud adalah pengendalian hati, pemeliharaan diri, serta pengorbanan dengan harta dan jiwa untuk kepentingan fiisabilillah.

Zuhudnya Para Pemuda Shahabat

Sifat zuhud menjadi pertanda bahwa seseorang telah menganggap remeh  dunia. Dunia ini tidak selalu perkara harta, melainkan semua kenikmatan semu yang mana harta menjadi satu di antaranya.

Kesaksian menarik disampaikan oleh Al Mufadhdhal, dia berkata, “Ahli zuhud kaum Anshar ada tiga; Abu Darda’, Syaddad bin Aus, dan Umair bin Sa’ad.”

Sedangkan dari kalangan Quraisy, Ibnu Mas’ud memberikan kesaksiannya, “Sungguh, pemuda Bani Quraisy yang paling mampu menahan dirinya adalah Abdullah bin Umar.” Jabir radhiyallahu ‘anhu juga memberikan kesaksian, “Tidak ada seorang pun  di antara kami yang mendapatkan kehidupan dunia melainkan dia cenderung kepadanya, terkecuali Ibnu Umar.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar