Minggu, 27 Oktober 2019

Resume: The Ma`rifah Seekers #1


Ilmu yang membawa kepada kesadaran yang benar. Inilah Ma`rifah. Kenapa kesadaran yang benar? Karena ilmu yang dipelajari memang benar.

Ma`rifah akan membawa pemiliknya pada amal. Bukanlah Ma`rifah, kalau tidak membawa seseorang pada amal. Bukanlah Ma`rifah, kalau sekadar pengetahuan tidak berujung pada amal. Contohnya, ada orang yang hafalan Al-Qur`an, tapi tidak berubah perilakunya seperti yang tertulis di dalam Al-Qur`an.

Maka, pada judul di Lesehan Jum`at JAN yakni “The Ma`rifah Seekers”, kita akan membahas tentang “pencari ilmu yang membawa pada kesadaran”. Ma`rifah ini dalam konteks Islam. Yang mereka cari adalah ilmu yang benar sesuai versi Islam.

Ingatkah kita pada seorang sahabat yang memiliki gelar Amirul Mukminin? Bukan Abu Bakar, bukan Ali bin Abu Thalib, bukan pula Rasulullah. Dialah Umar bin Khattab. Yang bertanya kepada Ibnu Abbas tentang surat “idzajaa a nashrullahi wal fath”. Pertanyaan yang cerdas kepada orang yang tepat. Sehingga pantaslah beliau digelari sebagai Amirul Mukminin.

(Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma) menjawab, ”Itu adalah (kabar tentang) ajal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukannya kepada beliau. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “idza ja`a nashrullahi wal fath”. Dalam keadaan seperti itu terdapat tanda ajalmu, maka bertasbihlah dan mintalah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.” ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu berkomentar: “Tidaklah yang kuketahui darinya (surat itu), kecuali apa yang engkau sampaikan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar