Jumat, 18 Oktober 2019

Resume: The Qur`an Keepers #1


Setelah sebelumnya di Lesehan Jumat JAN dengan tema “Learning From The Best Youth”, empat kali pertemuan, belajar dari pemuda-pemuda utama yang tertuliskan di sebaik-baik pedoman hidup Al-Qur`an, berlanjut dengan tema  “On Pursuing The Prime Youths. Pada tema ini, kita akan membahas orang-orang di sekitar Rasulullah. Ya. Para sahabat Rasul.

Kenapa di tema Lesehan Jumat JAN ini kami menggunakan kata “pursuing”? Kenapa tidak yang lain?

Kami menginginkan ada kata yang mewakili ‘keinginan” kami. Kata ‘pursuing’ berasal dari kata ‘pursue’ yang berarti ‘To follow and try to chapter for usually a long time’. Kami menginginkan bahwa dengan adanya Lesehan Jumat JAN, kita semua tidak hanya sekadar tahu tentang pemuda-pemuda utama itu. Tapi, menjadikan bertekad mengikuti jejak-jejak hebat mereka.

Para sahabat ini jelas-jelas manusia. Yang hidupnya bersama manusia terbaik sepanjang masa. Di antara beribu-ribu nabi dan rasul, bukankah Rasulullah Muhammad adalah imam mereka?

Maka, sangatlah pantas kita mempelajari, memahami, bahkan sampai tingkatan mengikuti bagaimana kehidupan para sahabat Rasul. Profil-profil sahabat itu, akan kita ikuti dan “tangkap” dalam waktu yang sesungguhnya tiga bulan saja (di Lesehan JAN) tidak cukup, tapi `a long time’. Di waktu yang lama.

Di dalam tema umum Lesehan Jum`at JAN ini, kami masih tetap menggunakan kata “youth” untuk mewakili pemuda. Bukan pula “teenager” (remaja) yang di dalam bahasa Arab adalah “Murohaqoh” yang berarti tidak stabil. Kata “youth”, dalam istilah bahasa Arab searti dengan “fatan” dan “syabaab”.

Kenapa bisa ada istilah remaja? Inilah yang dimunculkan seorang ‘psikolog barat’ yang pada tahun 1980an bahwa remaja itu pasti galau. Remaja itu akan mengalami ‘storm and stress’. Remaja galau itu biasa. Padahal, remaja itu sesungguhnya tidak perlu galau.

Padahal menurut James Marcia, ada 4 macam jenis identitas remaja. Masih ingat apa saja? Paripurna (tidak pernah mengalami krisis dalam hidupnya), sembuh, sakit, dan mengambang. Jadi, Stanley Hall betul-betul mengada-ngada jika menyebutkan teori bahwa remaja itu wajib galau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar