Jumat, 18 Oktober 2019

Resume: The Qur`an Keepers #2


Apa yang membuat para pemuda itu menjadi utama? Ada penanaman value (nilai) oleh orang-orang penting dalam hidupnya. Bisa orang tuanya, gurunya, figur ustadz, dan yang lain. Mereka menanamkan “komitmen” sehingga menjadi utama. Maka, remaja galau itu menjadi komitmen kalau ada yang mendampingi.

Nah, bagaimana kalau galau tentang kondisi umat ini? Harus! Kalau tidak galau, repot bahkan bisa merepotkan. Mereka yang disebut “The Prime Youth” adalah orang orang yang sudah komitmen dan pernah sakit, kemudian sembuh. Termasuk komitmen pada perbaikan kondisi umat hari ini.

The Qur`an Keepers adalah mereka yang saat muda menghabiskan waktu bersama Al-Qur`an. “Keep” itu berarti menjaga. Secara “to continue” dan “having and holding something” bersama Al-Qur`an.

Sekarang banyak para pembaca dan penghafal Al-Qur`an. Tapi tak sedikit pula ‘Qur`an belum hidup di dalam dirinya’. Padahal jika kita ingat bagaimana perkataan Aisyah tentang diri Rasulullah, “Akhlak beliau adalah Alquran.”

Sebagai “The Quran Keepers”, mereka tidak hanya menjadikan Al-Qur`an di tangan saja, tapi di jiwa dan qalbun mereka.

Bayangkan kalau Al-Qur`an adalah surat cinta untuk kita. Seperti air yang mengalir. Ia akan masuk ke dalam dada setiap insan sehingga manusia kembali hidup. Seperti perkataan Soekarno, “Menjadi api yang berkobar-kobar menyala-nyala di dalam Quran itu. Dan jikalau api ini telah berkobar-kobar dan menyala-nyala pula di dalam dadanya seseorang manusia, manusia yang demikian itu menjadi manusia yang, sebagaimana yang dikatakan saudara Hamka, tidak takut akan mati!”

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan menghinakan yang lain.” (H.R. Muslim).

Rasulullah memberikan pilihan kepada seluruh manusia; dimuliakan atau ditinggikan dengan Al-Qur`an?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar