Sabtu, 16 November 2019

MATERI LESEHAN JUM’AT JAN: THE PROPHET DELIGHTERS #2

Oleh: TIM JAN

Pentingnya Posisi Pemuda dalam Islam

Sebelum melangkah menapaki jejak-jejak pemuda shahabat dalam memberikan kegembiraan kepada Rasulullah, alangkah lebih baiknya kita mengurai singkat posisi pemuda dalam agama Islam. Karena dalam Islam, pemuda bukanlah usia yang dipandang sebelah mata, namun tinggi kedudukannya.

Masa dewasa menurut fuqaha dimulai sejak baligh. Di antara tandanya adalah tumbuh rambut kemaluan. Saat itu seseorang sudah diperhitungkan amal perbuatannya layaknya orang dewasa dalam hukum, termasuk pembunuhan.  Menurut fuqaha, tanda baligh yang paling mudah dikenali adalah keluar mani bagi anak laki-laki dan keluar darah haid bagi anak perempuan. Jika tanda itu tidak muncul, anak dinilai baligh jika usianya sudah mencapai lima belas tahun berdasarkan hitungan kalender Hijriyah. Demikian Khalid Asy-Syantut menjelaskan.

Untuk melengkapi pendapat Khalid Asy-Syantut, ada penjelasan penting yang disampaikan oleh Muhammad Quthb. Beliau mengatakan bahwa ada hal menarik perhatian pada masa baligh ini, shalat, dan puasa menjadi wajib, padahal sebelumnya hanya sebagai kebiasaan saja. Ini mengisyaratkan kepada pemuda dan pemudi, taklif berasal dari Allah yang bisa mendatangkan pahala dan siksa. Selain taklif syar’I, agama Islam juga membebankan taklif duniawi. Sejak saat itu pemuda sudah bertanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat sebagai lelaki dewasa.

Referensi:
1.       Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Tafsir Al-Quran, 2015, Jakarta: Bandung.
2.       Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, 2008, Bogor; Pustaka Ibnu Katsir.
3.       Khalid Asy-Syantut, Mendidik Anak Laki-Laki, 2017, Solo; PT Aqwam Media Profetika.

4.       Muhammad Abdullah Ad-Duwaisy, Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga, 2019, Solo; Zam-Zam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar