Rabu, 20 November 2019

Resume The Islam Inviters #1




Muhammad Abdullah Ad-Duwaisy dalam kitabnya “Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga” menuliskan para sahabat muda yang hebat hidupnya. Bukan dari standar sang penulis mereka hebat, tapi yang menyebut mereka hebat dan luar biasa hidupnya adalah Allah dan Rasulullah. Pantaslah kita untuk mengikut jejak hebat mereka.

Di edisi Lesehan Jumat JAN tema “On Pursuing The Prime Youths” #5 ini, kita sudah sampai pada pembahasan “The Islam Inviters”. Merekalah yang menjadi mulia karena dakwah. Mereka mendapat kedudukan utama di mata manusia, apalagi Sang Pencipta.

Tentang The Islam Inviters, pengajak pada Islam, apakah kita menjadi pelakunya? Jika memang iya, pernahkah bertanya pada diri sendiri bahwa kita betul-betul berdakwah? Jangan-jangan kita sudah berdakwah tetapi ternyata kita belum sungguh-sungguh berdakwah.

Kalau kita bicara tentang dakwah, yang melakukan dakwah akan mendapatkan empat hal. Apa itu? Ridha Allah, cinta Allah, rahmat Allah, dan pahala yang tidak terbatas.

“Mengapa kita bela ulama?” Karena, bukankah mereka orang-orang yang mendapatkan keempat hal tersebut? Maka, dengan kita bela ulama, ini adalah dalam rangka mendapatkan ridha Allah, cinta Allah, rahmat Allah, dan pahala yang tidak terbatas.

Ya. Pahala yang tidak terbatas. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Shallallaahu`alaihi wa Sallam bersabda: ”Apabila anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah yang berlaku terus menerus, pengetahuan yang d manfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakan dia.” (HR Muslim)

Jika kita cermati hadits tersebut, minimal manakah yang akan kita usahakan agar mendapatkan pahala yang tidak terbatas? Ilmu. Inilah The Islam Inviters. Pendakwah.

Sebagai pendakwah, dalam janjinya Allah dalam QS Muhammad: 7, “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Tapi ada orang-orang yang di dunia hidupnya untuk menolong agama Allah, tapi di mata Allah menjadi hina. Diseretnya ke neraka dengan kasar. Kenapa? SALAH NIAT.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar