Rabu, 20 November 2019

Resume The Islam Inviters #2



“… Allah berfirman, 'Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar agar kamu dipanggil 'alim dan kamu membaca al-Qur`an agar dipanggil 'qari dan itu telah dikatakan', kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka…” (Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i)

Ketika dakwah mulai berubah arah, maka kita bisa ‘meniteni’, apa yang terjadi pada kita? Apa yang membuat bisa salah arah niat?

Bukan tugas utama kita memikirkan jumlah peserta berapa dalam berdakwah. Bukan pula memikirkan berapa lama kita harus berdakwah. Ini bukan yang utama. Tapi yang utama adalah menyeru dan mengajak orang lain kepada Islam.

Ada orang-orang yang mengajak pada keburukan. Apa itu disebut dakwah? Ya. Tapi dakwah pada keburukan. Merekalah Hizbussyaitan. Para pengikut syaitan. Sedangkan mereka yang berdakwah mengajak kepada kebaikan, merekalah para Hizbullah. Para pengikut Allah.

Dakwah tidak hanya di mimbar-mimbar, tapi mulai dari diri sendiri, kemudian orang lain agar senantiasa kembali kepada Allah dan RasulNya. Dakwah bukan pilihan, tapi kewajiban.

Dakwah adalah dalam rangka agar kita tidak menjadi orang yang rugi. Seperti yang menjadi ciri-ciri di dalam Surat Al-`Ashr. Beriman, berilmu, beramal shaleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3) 

Selain itu, menjadi pendakwah adalah menjadi generasi Rabbani. Apa itu generasi Rabbani? Mereka yang memilki ilmu, kemudian mengajarkannya, serta menjadi pengamal utama ilmu-ilmu tersebut.

Jangan sampai kita mengaku menjadi pendakwah, tapi tidak punya ruh dakwah itu sendiri. Ruh dakwah yang dimiliki para ulama seperti saat zaman perjuangan kemerdekaan terdahulu. Niatnya Lillah dan cara melakukan dakwab sesuai versi Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar